Breaking News:

Berita Semarang

Cegah Virus Corona, Ganjar dan Gus Yasin Cek Kesehatan di RSUD Tugurejo Semarang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen cek kesehatan di RSUD Tugurejo Semarang cegah virus corona

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Gubernur Jateng Ganjar pranowo mengajak keluarga melakukan cek kesehatan di RSUD Tugurejo Semarang, Senin (16/3/2020). 

"Tapi kalau ternyata flu demam biasa ya pulang," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pemprov punya tujuh rumah sakit yang bisa dimanfaatkan.

Masing-masing RSUD Dr Moewardi Surakarta, RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto, RSUD Kelet Jepara, RSJD Surakarta, RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten, dan RSUD Tugurejo Semarang

Meski baru tujuh rumah sakit, Ganjar akan segera berkoordinasi dengan bupati walikota agar juga menyediakan fasilitas pemeriksaan identifikasi corona gratis di rumah sakit yang dimiliki.

"Layanan di kabupaten/kota bisa saja digratiskan dengan berkoordinasi dengan bupati/walikota," imbuhnya.

Sedangkan rumah sakit rujukan untuk Corona saat ini telah ada 58 unit.

Jumlah itu sudah bertambah dari awalnya 13 rumah sakit.

Liburkan Sekolah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) selama dua minggu, sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Keputusan tersebut disampaikan Ganjar seusai menggelar rapat terbatas bersama Forkominda dan seluruh OPD Pemprov Jateng pada Sabtu (14/3/2020) malam.

Salah satu pembahasan intensif pembahasan rapat terbatas tersebut yaitu menyangkut aspek pendidikan.

"Terhitung Senin lusa (16/3/2020) semua aktivitas belajar mengajar di Jawa Tengah diliburkan," kata Ganjar.

Keputusan tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, dari TK, SD, SMP dan SMA sederajat selama dua minggu.

Ganjar menyampaikan pemberian masa libur tersebut bisa saja berubah bergantung pada perkembangan situasi.

"Maka yang tidak ujian semua libur selama dua minggu diganti secara online.

Sementara ujian di luar Solo Raya tetap berjalan.

Cuma saya akan tetap mengikuti terus perkembangan terhadap pasien yang masih dirawat," katanya.

Artinya, lanjut Ganjar, kalau nanti dalam tracking virus Corona ini ada temuan baru, bukan tidak mungkin sekolah akan diliburkan secara dinamis.

Termasuk keputusan meliburkan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi belum, beberapa rektor sudah berkomunikasi dengan kami, Senin akan kita bicarakan," katanya.

Untuk mengganti kegiatan pembelajaran, selain menyiapkan skenario pembelajaran secara online, Ganjar mengatakan telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.

"Kami lagi bicara juga dengan Ruang Guru, kontak saya untuk kita coba memindahkan cara belajarnya.

Apakah peralatan itu bisa kita berikan dengan cara online. Ini akan kita jajaki secara paralel," katanya.

Selain kegiatan belajar mengajar, Ganjar mengatakan beberapa event yang melibatkan orang dalam jumlah besar juga dibatalkan.

Seperti Car Free Day, Jateng bershalawat, kemah, study tour sampai kegiatan Pekan Olahraga Daerah.

"Sekarang kita kencangkan ikat pinggang sekencang-kencangnya untuk menghadapi ini. Rapat hari ini itu seluruh forkopimda siap mendukung," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved