Wabah Virus Corona
Tocilizumab Obat Produksi Swiss Roche Diklaim Sembuhkan Pasien Kritis Virus Corona dengan Rasio 90%
Pasien Covid-19 yang didiagnosis kondisinya parah atau kritis di dua rumah sakit terpisah di Provinsi Anhui, China Timur.
TRIBUNJATENG.COM - Tocilizumab Obat Produksi Swiss Roche Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Kritis Virus Corona dengan Rasio 90%
Ilmuwan terus bekerja keras mencari formula obat untuk melenyapkan virus corona
Jika kelak obat itu ditemukan dan manjur untuk mengusir virus corona, maka akan ada banyak pasien positif virus corona yang terselamatkan.
• Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya
• Presiden Jokowi Pecat Evi Novida Sebagai Komisioner KPU, Ini Penyebabnya
• Penggali Kubur Kabur Takut Tertular, Wabup Nur Bantu Pemakaman Jenazah Pasien Positif Corona
• 1 Warga Positif Corona, Kota Tegal Local Lockdown 4 Bulan, Seluruh Perbatasan Ditutup, Kecuali Ini
Baru-baru ini ada terobosan obat yang setelah diuji bisa menyembuhkan pasien virus corona.
Obat ini diproduksi perusahaan farmasi Swiss Roche.
Sejauh ini obat untuk menyembuhkan virus corona atau Covid-19 memang belum ditemukan.
Namun, pakar menyarankan ada dua obat yng secara tidak resmi bisa dijadikan alternatif untuk mengobati pasien virus corona.
Dua obat yang dimaksud adalah Avigan dari Jepang dan Klorokuin obat Malaria yang selama ini mudah dijumpai di Indonesia.
Namun, baru-baru ini ada terobosan baru di mana sebuah obat diyakini juga bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.
Melansir Daily Star pada Kamis (26/3/2020), sebuah obat digunakan untuk melawan virus corona ini bahkan disebut memiliki rasio 90% untuk menyembuhkan.
Hal itu dibuktikan dalam uji coba pertama.
Pasien Covid-19 yang didiagnosis kondisinya parah atau kritis di dua rumah sakit terpisah di Provinsi Anhui, China Timur.
Mereka diberi obat yang disebut tocilizumab bersama secara rutin antara 5-14 Februari.
Hasilnya efektif, keduanya bisa disembuhkan dan memberikan perubahan signifikan.
Ini bisa menjadi konseskuensi besar dalam membantu mengatasi pandemi yang belum ditemukan solusinya hingga saat ini.