Berita Karanganyar
Pemkab Karanganyar Akan Mendata Karyawan yang Kena PHK Gara-gara Corona
Pemkab Karanganyar Akan Mendata Karyawan Yang Dirumahkan dan di PHK Karena Dampak Wabah Virus Corona
Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan melakukan pendataan terhadap sejumlah karyawan yang dirumahkan maupun di PHK karena dampak wabah virus corona atau covid-19.
Plt Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, di wilayah Karanganyar terdapat sekitar 600 perusahaan baik dalam skala kecil, menengah dan besar.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Apindo, serikat buruh dan sejumlah HRD perusahaan di Karanganyar supaya menyetorkan data karyawan yang dirumahkan atau di PHK di tengah pandemi corona.
• Update Corona 4 April di 32 Provinsi: DKI Jakarta 1.028 Kasus Positif, Jateng 120 Kasus
• Getaran Muka Bumi Berkurang karena Corona Sebulan Ini, Gempa Makin Mudah Terdeteksi
• Satu PDP Corona Usia 39 Tahun Asal Adiwerna Tegal Meninggal Dunia, Ada Riwayat dari Bali
• Produsen Perlengkapan Mendaki di Karanganyar Beralih Memproduksi APD
"Kami minta setorkan data. Agar kami bisa membantu mereka. Menurut infromasi dari kementerian akan didaftarkan dan diseleksi kalau lolos akan diberikan kartu pra-kerja untuk mengikuti pelatihan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2020).
Sambungnya, apakah data karyawan itu valid atau tidak, supaya nantinya penyaluran tidak salah sasaran. Setelah mendapatkan data karyawan tersebut akan diteruskan ke provinsi dan diteruskan ke pemerintah pusat. Terkait pelaksanaannya dan teknis pelatihannya seperti apa, pihaknya masih menunggu infromasi selanjutnya.
Terpisah, Pemilik pabrik produksi perlengkapan mendaki gunung, Yuis Setiawan mengungkapkan, sudah melakukan efisiensi karyawan dengan merumahkan sebanyak 50 orang sejak mewabahnya virus corona.
Pasalnya sejumlah suplier di beberapa daerah mengentikan pesanan karena belum dapat membayar pesanan di tengah lesunya minat beli dari para konsumen sejak mewabahnya corona di beberapa daerah.
"Data dari asosiasi, ada 100 toko yang sudah tutup. Baik di Jakarta, Yogyakarta dan Solo. Di Jogja ada 30 toko yang tutup. Setidaknya sekitar 5.000 pesanan baik jaket dan tas yang terhenti," terangnya.
Terkait kelanjutan 50 karyawan yang dirumahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan kembali bekerja atau tidak.
"Kita lihat pasarnya, bisa kembali normal dengan cepat atau tidak," pungkasnya.(Ais)
• Sebelum Terbakar, Mobil Wakil Jaksa Agung Menabrak Median Jalan di Tol Jagorawi
• Napi Narkotika Bebas karena Corona, BNNP Jateng: Jika Mengulangi, Kita Tangkap Lagi
• Mobil Sport Nissan GT-R R35, Butuh Kemampuan Khusus untuk Mengemudikannnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tempat-produksi-perlengkapan-mendaki-gunung-di-daerah-kecamatan-jaten-kabupaten-karanganyar.jpg)