Berita Jawa Tengah

Per 14 September, Warga Pati Dilarang Beraktivitas di Luar Rumah Mulai Pukul 22.00 hingga 04.00 WIB

Pemkab Pati memberlakukan jam malam di seluruh wilayah Pati mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB,” terang Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati.

TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ilustrasi - Suasana Alun-Alun Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menerbitkan dua surat edaran terkait pencegahan penularan Covid-19, Sabtu (12/9/2020).

Kedua surat edaran tersebut yakni tentang penerapan jam malam dan gerakan memakai masker.

Surat edaran ini diterbitkan sebagai respons Pemkab Pati atas peningkatan status Kabupaten Pati dari risiko sedang ke risiko tinggi penularan Covid-19.

Viral Satu Keluarga di Medan Bawa Parang Datangi Rumah Orang Tak Terima Anaknya Ditegur

Jalanan Semarang Dipenuhi Balap Lari Liar Semalam, Ratusan Pemuda Cerai-berai Terciduk New Tim Elang

Harga Sawi Putih di Wonosobo Rp 100 per Kilogram, Polisi Borong Lalu Dibagikan Gratis

Keluarga Nagita Slavina Beli Hotel, Raffi Ahmad Bocorkan Harganya Rp 200 Miliar

Kedua surat edaran tersebut, terang Haryanto, mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Pati nomor 66 tahun 2020 tentang perubahan atas Perbup Pati nomor 49 tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru pada Masa Pandemi Covid-19.

“Dalam surat edaran terkait jam malam, dijelaskan bahwa Pemkab Pati memberlakukan jam malam di seluruh wilayah Pati mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB,” terang Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati.

Jam malam tersebut, lanjut dia, akan diberlakukan mulai 14 September mendatang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Selama pemberlakukan jam malam, warga yang tinggal di Pati dilarang beraktivitas di luar rumah atau tempat tinggalnya selama jam-jam tersebut,” jelas dia.

Haryanto menambahkan, aturan jam malam ini dikecualikan bagi tenaga medis, petugas keamanan, pekerja SPBU, apotek, fasilitas kesehatan, hotel, karyawan/karyawati yang membawa surat keterangan atau surat tugas dari tempat kerjanya, masyarakat yang hendak berobat atau mengakses fasilitas kesehatan, dan/atau aktivitas lain yang bersifat mendesak.

Dalam surat tersebut, Haryanto juga menginstruksikan pada masyarakat untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan Posko Jogo Tonggo di wilayah masing-masing guna memantau pemberlakuan jam malam.

Adapun pengawasan dan penegakan hukum pemberlakuan jam malam dilaksanakan oleh Gugus Tugas Daerah, Gugus Tugas Kecamatan, Gugus Tugas Desa/Posko Pencegahan Covid-19 di Desa, Satpol PP, TNI-Polri, perangkat daerah teknis, dan/atau tim penertiban yang ditetapkan bupati.

Sementara, dalam surat edaran terkait gerakan memakai masker, Haryanto meminta para kepala perangkat daerah, kepala desa, pimpinan perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, para penanggungjawab kegiatan usaha, serta masyarakat Pati pada umumnya, untuk mendukung dan memastikan gerakan memakai masker secara serentak selama 14 hari, mulai 14 hingga 17 September 2020.

Selain itu, mereka juga diwajibkan menyosialisasikan dan mengawasi gerakan memakai masker di lingkungan masing-masing, serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut pada bupati.

“Setelah gerakan serentak selama 14 hari, saya minta agar gerakan memakai masker tetap dilanjutkan dan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” tandas dia.

Haryanto menambahkan, pihaknya juga telah merancang peningkatan sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan. Dari semula sanksi kerja sosial akan ditingkatkan menjadi sanksi denda.

“Nanti kalau ada razia, dan ada yang tidak pakai masker di tempat umum, ya kena denda, karena dia tidak memperhatikan aturan.

Tapi tentu ada sosialisasi terlebih dahulu,” ujar dia.

Haryanto mengatakan, penerapan sanksi denda memiliki payung hukum, yakni Inpres nomor 6 tahun 2020.

Ia menyebut, pihaknya juga telah merancang nominal denda bagi masing-masing kategori masyarakt.

“Rencananya masyarakat umum Rp 100 ribu, PNS Rp 300 ribu, sedangkan untuk rumah makan, kafe, dll selaku pengelola kalau tidak menggunakan masker kena denda Rp 1 juta,” pungkasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Ini Dia 4 Calon Tandem Cristiano Ronaldo di Juventus Musim Depan

Pria Tanpa Identitas Meninggal di Depan Indomaret Semarang, Saksi: Tak Mau Makan Maunya Minum Soda

Dewi Perssik Kesampaian Beli Rumah Impian Rp 28 Miliar, Raffi Ahmad Penasaran Tanya Honor

Demi Bantu Kru Band, Noah Lelang Vinyl Special Gold Edition, Ada Artis Tawar Rp 100 Juta

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved