Breaking News:

Pendidikan

Beri Ruang Wisatawan Menikmati Tugu Muda - Lawangsewu, Mahasiswa Unika Juara Kompetisi Arsitektur

Tim mahasiswa Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata Semarang berjaya di ajang kompetisi Warmadewa Architecture Week 2020.

Tribun Jateng/M Zainal Arifin
Tim mahasiswa arsitektur Unika Soegijapranata menunjukkan redesain Pasar Bulu Semarang yang dilombakan dalam kompetisi Warmadewa Acrhitecture Week 2020, Rabu (16/12/2020). 

Meski dibuat satu arah, pengunjung bisa memutar ke pedagang lain melalui akses yang sudah disediakan. Dengan begitu pengunjung pasar tidak melawan arah sehingga mengakibatkan sentuhan fisik dengan pengunjung lain di belakangnya.

Meski berbentuk pasar, namun bangunan dibuat terbuka. Hal itu dimaksudkan agar sirkulasi udara di dalam pasar tetap lancar.

Sementara perpaduan konsep wisata, lanjutnya, diletakkan di bagian atap gedung pasar. Dari redesainya, bagian atap dimaksimalkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat digunakan masyarakat atau wisatawan menonton kawasan Tugu Muda dengan Lawang Sewu sebagai landmark-nya.

"Bagian atap bisa digunakan untuk memaksimalkan potensi wisata di kawasan tersebut," jelas Fionna dan Sianne.

Kompetisi membuat desain pasar tradisional ini bukan yang pertama diikuti ketiga mahasiswa tersebut. Mereka telah beberapa kali mengikuti kompetisi serupa dan berhasil menggondol piala. Bahkan, dua mahasiswa di antaranya merupakan peraih Rookie Award tingkat Asia.

Tak heran, ketiganya tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan desain yang dilombakan dalam Warmadewa Acrhitecture Week 2020. Dari pengakuan mereka, desain hanya dibuat dalam waktu satu minggu saja.

"Selain karena sudah beberapa kali mengikuti kompetisi atau sayembara arsitektur, kami juga tertarik karena terkait desain pasar tradisional," tambah Sianne.

Baca juga: Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi

Baca juga: Anggota TNI Gadungan Pangkat Mayor Ngaku Intel Kodam, Sempat AKan Nikahi Wanita di Semarang

Baca juga: Jokowi dan Vaksinasi

Sementara itu, dosen pembimbing Prodi Arsitektur, Gustav Anandhita menyatakan, jajaran dosen dan Prodi Arsitektur mendukung setiap mahasiswa untuk mengembangkan keilmuannya dengan mengikuti berbagai kompetisi, lomba atau sayembara. Dukungan yang diberikan berupa pendampingan dan pendanaan.

"Kami mendorong mahasiswa berani untuk berkompetisi di luar. Sehingga ada tambahan wawasan yang diperoleh selain dari kampus," kata Gustav.

Terlebih di pandemi Covid-19 ini, tentunya ada tantangan dan tingkat kesulitan tersendiri yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti kompetisi. Hal itu justru dapat digunakan untuk mengasah penguasaan ilmu arsitektur yang dikuasainya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved