Wabah Virus Corona
4 Tentara Inggris Terinfeksi Covid-19 Dilarikan ke Rumah Sakit Kenya
Sebanyak empat orang tentara asal Inggris dilarikan ke rumah sakit di Kenya setelah mereka terinfeksi Covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, NAIROBI - Sebanyak empat orang tentara asal Inggris dilarikan ke rumah sakit di Kenya setelah mereka terinfeksi Covid-19.
Dua di antaranya diangkut menggunakan helikopter untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Aga Khan di ibu kota Nairobi.
Sedangkan dua serdadu lainnya disebut harus dinaikkan ke ambulans, dan harus menempuh empat jam perjalanan ke ibu kota.
• Bupati Intan Jaya Papua Sebut KKB Siap Mengeksekusinya Jika Tidak Menuruti Keinginan Mereka
• PPKM di Kota Semarang Diperpanjang, Berikut Aturan Terbarunya, Ada Kelonggaran
• Perjuangan Tak Kenal Lelah Prada Teddy Gendong Ibunya untuk Berobat, Kisahnya Sampai ke Komandan
• AS Kirim 1.300 US Army Ke Indonesia, KSAD Jenderal Andika Perkasa: Kami Akan Temani Mereka
Sumber angkatan darat "Negeri Ratu Elizabeth" mengungkapkan, empat tentara itu sudah berada dalam kondisi stabil dan bisa makan.
Kabar ini membuat klaim Angkatan Darat Inggris, bahwa Covid-19 hanya menjangkiti sejumlah kecil personelnya, diragukan.
Berdasarkan keterangan militer, hanya 11 prajurit yang terinfeksi. Namun Sky News melaporkan hal yang berbeda.
Dilansir Senin (8/2/2021), disebutkan bahwa pasukan berbaur; makan dan minum, dalam jarak dekat. Mereka pun kini khawatir jika terpapar.
Kementerian Pertahanan Inggris menerangkan, sebanyak 320 pria dan perempuan kini berada dalam fasilitas isolasi.
Sementara ada beberapa prajurit yang dilaporkan harus tinggal di tenda bivak selama 10 hari terakhir sebagai pencegahan.
Angkatan darat mengeklaim mereka sudah menjalankan prosedur pencegahan virus coroan sebelum menerjunkan pasukan.
Prajurit diperintahkan tinggal di barak sebelum meninggalkan Inggris, dan harus menunjukkan hasil negatif tes PCR 92 jam sebelum berangkat.
Setibanya di Kenya, mereka langsung dibawa ke barak dan tetap berada di sana selama enam hari untuk aklimatisasi terkontrol dan isolasi.
Hanya saja, klaim London bahwa mereka menggelar pemeriksaan suhu tubuh tiga kali sehari dianggap "kebohongan total" oleh personel lapangan.
"Ini benar-benar kacau," kata salah satu serdadu. Lainnya menuturkan penanganan yang dilakukan perwira senior "menjijikkan".
Alfie Usher dari situs Forces Compare mengatakan, dia diberi tahu banyak tentara resah bakal tertular Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tentara-inggris.jpg)