Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pesawat Ruang Angkasa Hope Buatan Arab Makin Dekati Planet Mars, Bakal Ukir Sejarah Baru

Pesawat ruang angkasa milik Uni Emirat Arab (UEA) semakin mendekati orbit planet Mars dalam misi Hope. Misi ke Mars yang pertama dan bersejarah bagi

Editor: m nur huda
Shutterstock.com
Ilustrasi Planet Mars (Shutterstock.com) 

TRIBUNJATENG.COM - Pesawat ruang angkasa milik Uni Emirat Arab (UEA) semakin mendekati orbit planet Mars dalam misi Hope.

Misi ke Mars yang pertama dan bersejarah bagi bangsa Arab ini segera dimulai. Dijadwalkan pesawat ini akan tiba dan mengorbit Mars pada Selasa (9/2/2021).

Hope melakukan perjalanan 300 juta mil selama hampir tujuh bulan menuju planet Mars.

Badan Antariksa Eropa ESA Buka Kesempatan Bagi Wanita Jadi Astronot

Ini Spesifikasi Kapal Rusia yang Terpergok di Perairan Aceh, Mampu Jelajahi Kutub Utara & Selatan

Viral Video Ular Sebesar Pohon di Pintu Air Tanah Abang Jakarta, Kini Sembunyi di Celah Bebatuan

Tim WHO Tak Temukan Asal-usul Virus Corona di Wuhan China Meski Sebulan Lakukan Penelitian

Pesawat yang dalam bahasa Arab disebut Amal ini akan mengukir sejarah antariksa bangsa Arab yang rencananya akan memetakan atmosfer planet merah sepanjang musim.

Misi eksplorasi planet Mars, tak hanya dilakukan Uni Emirat Arab.

Pada Juli 2020 lalu, China dan badan antariksa nasional Amerika (NASA) juga meluncur ke planet terdekat Bumi itu.

Arab Luncurkan Roket Hope ke Mars dari Jepang Tadi Pagi, Bawa Misi Bangun Permukiman Masa Depan

Pesawat Tianwen-1 milik China, bahkan telah mengirimkan gambar pertama planet Mars ke Bumi.

ILUSTRASI. Planet Mars.
ILUSTRASI. Planet Mars. (Pixabay)

Dilansir dari Phys, Selasa (9/2/2021), pesawat ruang angkasa Tianwen-1 rencananya akan melakukan penjelajahan mengelilingi Mars dan mencoba mendarat di permukaan planet merah pada bulan Mei untuk mencari tanda-tanda kehidupan kuno.

Sementara rover atau penjelajah dari AS yang diluncurkan NASA, Perseverance akan bergabung pada misi eksplorasi Mars pada pekan depan.

Preseverance dijadwalkan mendarat pada 18 Februari mendatang dan akan menjadi leg pertama dalam proyek AS dan Eropa selama satu dekade untuk membawa batuan Mars kembali ke Bumi.

Foto ini diambil pada 25 September 2019. Seorang pria mengambil gambar ilustrasi yang menggambarkan seorang astronot dengan bendera nasional Uni Emirat Arab (UEA) di Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) di Dubai. Misi luar angkasa Arab pertama ke Mars, rencananya akan diluncurkan bulan depan untuk mempelajari atmosfer Planet Merah. Misi ini dirancang untuk menginspirasi kaum muda di kawasan itu dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah, kata para pejabat pada 9 Juni 2020.
Foto ini diambil pada 25 September 2019. Seorang pria mengambil gambar ilustrasi yang menggambarkan seorang astronot dengan bendera nasional Uni Emirat Arab (UEA) di Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) di Dubai. Misi luar angkasa Arab pertama ke Mars, rencananya akan diluncurkan bulan depan untuk mempelajari atmosfer Planet Merah. Misi ini dirancang untuk menginspirasi kaum muda di kawasan itu dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah, kata para pejabat pada 9 Juni 2020. (KARIM SAHIB / AFP)(KARIM SAHIB)

Batuan tersebut akan dianalisis untuk mencari bukti bahwa di planet merah ini pernah memiliki kehidupan mikroskopis.

Sekitar 60 persen dari semua misi Mars, selama ini berakhir dengan kegagalan.

Tak sedikit pesawat ruang angkasa yang diluncurkan di planet ini menabrak, terbakar atau gagal menjangkau Mars.

Jika misi eksplorasi Mars ini berhasil, maka China akan menjadi negara kedua yang berhasil mendarat di planet tersebut.

Amerika Serikat telah delapan kali meluncurkan misi ke planet tersebut dan telah hampir 45 tahun mengulik misteri Mars.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved