Berita Semarang

Anggota DPRD Kota Semarang Kepada Pencari Kerja: Jaga Attitude!

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Rohaini mengajak para pencari kerja untuk tetap menjaga perilaku baik dengan meningkatkan kecerdasan perasaan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
istimewa
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Rohaini memberikan materi dalam Sosialisasi Antar Kerja Online Kegiatan Pengelolaan Informasi Pasar Kerja yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang di Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika, Kompleks Balai Kota Semarang, Selasa, (9/3/2021). 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Rohaini mengajak para pencari kerja untuk tetap menjaga perilaku baik dengan meningkatkan kecerdasan perasaan (Emotional Quotient).

Ajakan itu disampaikan ketika menjadi narasumber dalam Sosialisasi Antar Kerja Online Kegiatan Pengelolaan Informasi Pasar Kerja yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang di Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika, Kompleks Balai Kota Semarang, Selasa, (9/3/2021).

Dia memaparkan, era 4.0 atau zaman yang serba digital menjadikan seluruh masyarakat harus menyesuaikan diri dengan teknologi internet.

Masyarakat yang semakin terikat dengan teknologi dapat berisiko menghilangkan kepekaan nurani dan akal budi.

Baca juga: Hakim PN Semarang Keluarkan Putusan Baru, Kuasa Hukum Termohon Pailit Keberatan

Baca juga: Bahrul Fawaid Minta Pembinaan LPQ di Kota Semarang Bisa Lebih Maksimal

Baca juga: Penggunaan Aplikasi Daring Jadi Tuntutan,  Disdik Kota Semarang Dorong Guru SD Kuasai Teknologi

Baca juga: Disdik Kota Semarang Dorong Guru SD Kuasai Learning Manajemen Sistem

"Di era 4.0 ini mari kita jaga perilaku. Mari kita tingkatkan EQ," ajak wakil ketua Fraksi PKB itu. 

Menurutnya, teknologi internet mempermudah pencari kerja mendapatkan job yang diinginkan.

Demikian pula pencari tenaga kerja juga semakin mudah mendapatkan calon karyawan.

Namun, kelakuan atau attitude tetap menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan dalam rekrutmen.

Attitude ini, kata dia, bersumber dari kemampuan orang mengolah kecerdasan emosinya. Itu merupakan bagian dari etika dan moral.

"Boleh saja orang pintar dan update teknologi. Namun, perilakulah yang tetap menjadi pertimbangan diterima kerja atau tidak," ujarnya.

Dia pun menceritakan pengalamannya saat bekerja di perusahaan konsultan sumber daya manusia (SDM).

Ketika membuka lowongan kerja, calon karyawan diuji dengan hal kecil untuk mengetahui responnya atas suatu peristiwa.

“Dalam proses penerimaan, penguji pura-pura menjatuhkan pena atau membuang sampah sembarangan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved