Breaking News:

Berita Batang

Sempat Menolak, Penghuni Warung Remang-remang Banyuputih Batang Kini Mengalah, Ini Alasannya

Sejumlah penghuni warung remang-remang yang berada di sekitar lahan eks  pangkalan truk Banyuputih.

Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Sejumlah penghuni warung remang-remang yang berada di sekitar lahan eks pangkalan truk Banyuputih akhirnya mulai membongkar warungnya secara mandiri, Rabu (17/3/2021). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sejumlah penghuni warung remang-remang yang berada di sekitar lahan eks  pangkalan truk Banyuputih akhirnya mulai membongkar warungnya secara mandiri setelah sebelumnya sempat menolak dan bertahan.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Batang bakal meratakan pangkalan truk yang akan dialihfungsikan menjadi gedung Islamic Center Batang (ICB).

Seperti SM (58), penyewa lahan yang sudah puluhan tahun itu mengaku hanya bisa pasrah mulai berkemas dan memborkar warungnya.

Baca juga: Tunjang KIT Batang, Pemkab Batang Segera Bangun Mal dan Hotel

Baca juga: Kebakaran Pabrik Kayu di Batang, Gara-gara Human Erorr

Baca juga: Video Perkenalkan Vidia Biduan asal Batang di LIDA 2021

Baca juga: Tingkatkan Partisipasi Politik, KPU Batang Gandeng Dinkominfo

"Saya bongkar sendiri dan barang-barangnya mau dititipkan dulu, karena belum dapat kontrakan,” tuturnya, Rabu (17/3/2021).

Ia yang asli dari Boyolali dan sudah berdomisili di Banyuputih menuturkan belum mendapatkan uang ganti bongkar dari Pemkab Batang. 

"Saya tidak mengetahui dan tidak menemui saat pembagian uang ganti bongkar dari Pemkab Batang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Batang Murdiyono, mengatakan sudah memberikan surat pemberitahuan terakhir pada 39 penghuni yang masih bertahan.

“Sudah kami berikan surat pemberitahuannya secara door to door untuk mengingatkan bahwa18 Maret 2021 sudah harus pindah,” jelasnya.

Namun, saat ini puluhan penghuni itu akhirnya bersedia pindah dan membongkar warungnya.

"Masih ada satu atau dua orang yang masih ngeyel tetapi mayoritas sudah setuju," ujarnya.

Baca juga: Tilik Balita Penderita Hidrosefalus Batang, Bupati Wihaji Akan Bantu Operasional

Baca juga: 65 Ribu Lansia di Kabupaten Batang Ditarget Terima Vaksin Covid-19

Baca juga: Kabar Gembira, 3 Proyek Perbaikan Jalan Senilai Rp 23 Miliar di Batang Segera Digarap

Baca juga: Anak Punk Batang Rapat Bareng Bupati: Curhat Wihaji

Dijelakannya, ada sekitar 51 penghuni belum mengambil uang ganti bongkar, uang tersebut tidak akan hilang dan bisa diambil di Kantor Dinas Perhubungan Batang.

Adapun uang ganti bongkar nilainya bervariasi sesuai luasan bangunan warung yakni berkisaran Rp 2 Juta  hingga Rp 3 Juta. 

“Kalau yang memang terdata sebagai penyewa, uang ganti bongkar bisa diambil dikantor dengan membawa identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP),” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved