Breaking News:

Paskah 2021

Isu Terorisme Tidak Membuat Jemaat Gereja Katederal Semarang Takut Jalani Misa Paskah

Jemaat Gereja Katederal Semarang tidak takut menjalani misa Paskah, setelah sebelumnya terjadi aksi teror di Mabes Polri dan Gereja di Makassar.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas kepolisian bersenjata laras panjang dan menggunakan anjing pelacak berjaga di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Jalan Pandanaran Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/4/21). Penjagaan tersebut dilakukan demi menjaga keemanan jamaah agar dapat khusyu dalam menjalani ibadah malam paskah serta mengantisipasi terjadinya ancaman teror susulan yang sebelumnya terjadi di Makasar dan Mabes Polri. 

Penulis Rahdyan Trijoko Pamungka

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Jemaat Gereja Katederal Semarang tidak takut menjalani misa Paskah, setelah sebelumnya terjadi aksi teror di Mabes Polri dan Gereja di Makassar.

Berbagai persiapan telah dilaksanakan mulai proses sterilisasi oleh anggota gabungan TNI Polri dan pembatasan jumlah umat yang akan melaksanakan Misa.

Pastur Paroki Katederl Semarang ,Herman Yoseph Singgih mengatakan di masa pandemi melaksanakan misa secara daring dan luring (tatap muka). Umat yang hadir di gereja dibatasi.

Baca juga: Kumpulkan 196 Kepala Desa, Bupati Sragen Sampaikan Tiga Hal Ini

Baca juga: Viral Peserta Ber KTP Bukan Islam Tidak Bisa Mendaftar Vaksinasi, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 2 SD Halaman 3 4 5 6 7 Subtema 1 Pembelajaran 1

Baca juga: 1.000 Kerangka di Brasil Dipindah untuk Beri Tempat Lebih Banyak bagi Korban Meninggal Covid-19

"Namun bagi yang tidak bisa mengikuti misa secara tatap muka, dapat mengikuti misa secara daring," tuturnya, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, untuk membatasi jumlah jamaah, gereja telah memberikan kartu bagi umat yang hadir pada misa.

Hal ini untuk memenuhi protokol kesehatan dan mendukung keamanan.

"Jadi bisa menyaring untuk mengetahui apakah jamaah atau bukan dengan menunjukkan kartu," ujar dia.

Dikatakannya,  jamaah akan dibatasi sepertiga dari daya tampung gereja berjumlah 900 orang.

Pihaknya juga akan menambah gedung aula untuk menampung 100 jamaah.

Baca juga: Ini Penjelasan Muhammadiyah soal Video Viral KTP Non-Islam Tak Bisa Daftar Vaksinasi

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, PMI Blora Fasilitasi Rapid Antigen Gratis untuk 350 Guru

Baca juga: Seorang Pria Bakar Mobil Kakak Pacarnya karena Kesal Dilarang Berhubungan Badan

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kendal Hari Ini Jumat 2 April 2021 Libur, Kembali Besok di Dua Titik

"Kami terus berkoordinasi dengan petugas keamanan. Kami juga telah bertemu dengan Kapolrestabes Semarang membicarakan bagaimana pelaksanaan rangkaian Paskah. Kapolrestabes menegaskan bahwa beberapa gereja termasuk Katederal akan dilakukan pengamanan 1 kali 24 jam," paparnya.

Adanyabaksi teror, ia menuturkan  tidak ada umat yang menjalankan ibadah tatap muka mengalihkan ibadah secara online.  Umat yakin bahwa negara hadir melindungi perayaan Paskah.

"Umat percaya negara maksimal untuk kemananan bersama," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved