Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Junta Militer Myanmar Keluarkan Perintah Penangkapan 40 Selebriti yang Dukung Gerakan Antikudeta

Junta militer Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk hampir 40 selebriti yang menentang aturannya dan mendukung gerakan antikudeta.

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Para migran Myanmar memegang potret Aung San Suu Kyi saat mereka melakukan demonstrasi di luar Kantor Kedutaan Myanmar di Bangkok, Thailand pada 1 Februari 2021. Itu terjadi setelah militer Myanmar menahan Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

TRIBUNJATENG.COM - Junta militer Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk hampir 40 selebriti yang menentang aturannya dan mendukung gerakan antikudeta.

Dikabarkan Channel News Asia, 40 selebriti tersebut termasuk influencer media sosial, penyanyi, dan model.

Kabar tersebut diumumkan pada buletin berita malam yang disiarkan oleh media pemerintah pada hari Jumat dan Sabtu.

Baca juga: Temukan Buaya Mati di Saluran Air Perumahan, Warga: Kaget kok Muncul Lagi

Baca juga: Aktivitas Bisnis IKM Tekstil Tergerus Impor Pakaian Jadi

Baca juga: Seorang Guru SD Tanam 400 Pohon Ganja di Kebun Cabai, Untuk Usir Hama Katanya

Baca juga: Viral Dalang Boyolali Hajar Perangkat Gamelan dengan Godam, Ternyata Ini Alasan Ki Gondho Wartoyo

Selanjutnya, mereka juga dianggap telah melanggar undang-undang yang melarang individu mengatakan hal yang dapat memicu perbedaan pendapat.

Ancaman hukuman yang dikenakan kepada pelanggar undang-undang itu yakni hukuman penjara selama tiga tahun.

Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) mengatakan, 2.658 orang telah ditahan oleh pihak junta.

Mereka yang ditahan di antaranya empat wanita dan seorang pria yang berbicara dengan kantor berita CNN.

Pekan lalu, CNN berkunjung di jalan-jalan utama Kota Yangon dan mewawancarai kelima warga sipil itu.

Namun kemudian, saat CNN berkunjung kembali ke kediaman mereka, pihaknya mendapat laporan, narasumbernya telah ditahan.

Juru bicara CNN mengatakan, pihaknya akan mendesak pihak berwenang untuk menginformasikan keberadaan para tahanan.

CNN juga ingin para tahanan bisa segera dibebaskan dengan aman.

"Kami mendesak pihak berwenang untuk informasi tentang ini, dan untuk pembebasan yang aman dari setiap tahanan," kata juru bicara CNN.

Lebih lanjut, AAPP mengatakan jumlah korban tewas akibat kekejaman junta telah meningkat menjadi 557 orang pada Sabtu (3/4/2021) malam.

Untuk mengenang korban tewas, demonstran antikudeta menyalakan lilin pada malam hari di jalanan.

Selain itu, dalam rangka memperingati Paskah, umat Kristen setempat menuliskan pesan protes di telur Paskah, Minggu (4/4/2021).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved