Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Smart Women

Bantu Orang-orang Berdiet, Meiliana Dalami Nutrisi dan Praktikkan Hidup Sehat

Mendalami dunia gizi, pangan, dan nutrisi tak hanya digeluti Meiliana SGz MS secara akademis, ia juga menerapkan pada pola hidupnya sendiri.

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Meiliana, S.Gz., MS, ahli gizi, Dosen Unika Sogijapranata 

Bagi Mei, agar target dan perfoma kerja baik, semua itu bisa dimulai dari membenah asupan sehari-hari.

"Otomatis, apa yang dimakan dan dilakukannya sehari-hari akan berdampak juga pada performa kerjanya. Kalau makanannya tidak dijaga, itu akan berdampak buruk pada performa dan mood. Di Sportpsych, aku yang ngelatih urusan nutrisinya. Lalu tentu ada juga yang ngelatih soal fisik dan psikologinya. Aku di sini lebih membantu para klien ku buat meningkatkan performa dan mengejar target berat badan ideal dalam segi nutrisi," papar Mei yang kini tinggal di Gajahmungkur, Kota Semarang, ini.

Sejauh ini, konsultasi nutrisi Mei lakukan lewat webinar.

Baca juga: Not Angka Ya Sudahlah Bondan Prakoso Fade2Black

Baca juga: Unik, Bersantai di Kedai Metsa Kopi Batang, Nuansa Industrial Cafe di Tengah Hamparan Hutan Damar

Baca juga: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Berkontribusi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Baca juga: Warga Positif Covid-19 di Kudus yang Isolasi Mandiri di Rumah akan Dipindah ke Donohudan

Mei sendiri bergabung menjadi pelatih nutrisi di Sportpsych sejak pertengahan 2020 lalu.

Ia menyadari, sejak pandemi Covid-19 muncul, banyak orang mulai menerapkan pola hidup sehat.

Mei melihat banyak orang mulai sadar betapa pentingnya olahraga. Termasuk dirinya yang giat berolahraga sejak setahun yang lalu, tepat setelah Covid-19 mewabah luas.

Alasan Di Balik Geluti Ilmu Gizi

Minat dalam kegiatan belajar-mengajar membuat Meiliana tak berpuas diri mengenyam ilmu.

Mei ingin melanjutkan pendidikannya ke program S3.

Sebenarnya, tahun lalu ia sudah diterima untuk kuliah lagi. Namun, karena terhalang pandemi, akhirnya ia tak bisa mengurus aplikasi visa.

Saat itu, Mei diterima di Liggins Institute, University of Auckland, Selandia Baru.

Ia berharap, Agustus tahun ini bisa berangkat ke sana. Sudah hampir setahun rencannya untuk S3 tertunda akibat pandemi.

"Mundur setahun. Harusnya berangkat tahun lalu. Nanti, proyek penelitian saya di sana itu tentang bayi prematur. Bagaimana efek intervensi makanan bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Jadi, model intervensi makanannya itu bisa dengan ASI, dan banyak lainnya. Dari berbagai intervensi itu, nantinya kita ingin lihat efek ke bayinya saat usia 2 tahun itu gimana perkembangannya," jelas Mei.

Bukan tanpa sebab Mei sampai dengan saat ini terus mendalami ilmu gizi dan pangan.

Baca juga: Ini Link Live Streaming MotoGP 2021 Catalunya, Alex Marquez Frustasi karena Performa Motor

Baca juga: Update Virus Corona Jawa Tengah Minggu 6 Juni 2021

Baca juga: Harga Kedelai di Semarang Melonjak, Ukuran Tempe Diperkecil

Dulu, saat masih kecil sebenarnya ia bercita-cita menjadi dokter. Namun, ketika menginjak di bangku SMA, mendiang ayahnya meninggal karena esteoforosis.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved