Breaking News:

Smart Women

Bantu Orang-orang Berdiet, Meiliana Dalami Nutrisi dan Praktikkan Hidup Sehat

Mendalami dunia gizi, pangan, dan nutrisi tak hanya digeluti Meiliana SGz MS secara akademis, ia juga menerapkan pada pola hidupnya sendiri.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Meiliana, S.Gz., MS, ahli gizi, Dosen Unika Sogijapranata 

Penulis: Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM - Sehari-hari, Meiliana SGz MS, terbilang sibuk.

Dia seorang dosen nutrisi dan teknologi kuliner pada Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata Semarang.

Di universitas itu, Mei mengajar untuk para mahasiswa program sarjana maupun magister.

Selain dosen, ia juga dipercaya sebagai sekretaris pada program magister teknologi pangan di fakultas dan kampus yang sama.

"Saya jadi dosen di sini (Unika Soegijapranata—Red), sejak April 2017 lalu, atau sudah jalan empat tahun. Jadi pengajar atau dosen adalah profesi yang saya idam-idamkan saat masih kuliah S2 dulu. Sebenarnya dulu kerja ke mana pun asal sesuai keilmuan bisa saja, namun hati kecil tetap ingin jadi dosen," ungkap perempuan berusia 31 tahun itu.

Sejak masih di bangku kuliah S1 dulu, Mei memang sempat bekerja sampingan sebagai guru les.

Pengalaman itulah yang membuat Mei akhirnya merasa nyaman menjadi seorang pengajar.

Baca juga: Mahfud MD Tak Mau Jokowi Disalahkan Soal Perppu KPK: Beliau Dihantam Restu DPR dan Parpol

Baca juga: Warga Keluhkan Akses Jalan Menuju Bandara JB Soedirman Purbalingga yang Rusak

Baca juga: Stasiun Purwokerto Tambah Jam Layanan Pemeriksaan Rapid Test dan Genose C-19 sampai Malam Hari

Walau demikian, ia juga sempat bekerja di luar profesinya saat ini, yakni sebagai ahli gizi bagi salah rumah sakit di Bali.

"Kerjaan saya dulu ya memang sudah sesuai kualifikasi (latar belakang pendidikan—Red). Saya bekerja di Bali selama setahun empat bulan. Sebelum itu, saya bahkan pernah kerja di luar keahlian. Saat lulus kuliah pada 2011, saya kerja sebagai aupair di Belanda. Aupair adalah sebuah program pertukaran budaya yang memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk mempunyai pengalaman tinggal di luar negeri bersama keluarga angkat. Para orang muda ini tinggal di luar negeri sambil bekerja menjaga anak-anak keluarga angkat mereka di sana," sambung Mei.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved