Breaking News:

Berita Solo

Tim Gabungan Bubarkan Pedagang Pasar Klithikan Nekat Berjualan, Kapolresta Solo: Kami Harus Tegas

Tim gabungan yang terdiri TNI, Polri, Linmas, dan Satpol PP Kota Solo bubarkan pedagang yang masih nekat berjualan di pasar Klithikan Notoharjo.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tim gabungan yang terdiri TNI, Polri, Linmas, dan Satpol PP Kota Solo membubarkan pedagang yang masih nekat berjualan di Pasar Klithikan Notoharjo, Semanggi, Pasar Kliwon, Minggu (10/7/2021). 

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Preevost telah berada di lokasi sejak subuh. 

"Tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Pasar Kliwon telah menduduki depan Pasar Klithikan mulai pukul 04.00 WIB," ucap Ade saat dikonfirmasi. 

Hal itu lantaran, lanjut Ade, dari pengalaman sebelumnya setelah waktu subuh, para pedagang itu sudah mulai membuka lapaknya di depan Pasar Klithikan. 

Baca juga: Imbas PPKM, Permintaan Sapi Jelang Iduladha di Kabupaten Semarang Anjlok 50 Persen

Baca juga: Produksi Oksigen Samator Terhenti Karena Listrik Padam, Ganjar Langsung Turun Tangan

Baca juga: Head to Head Italia Vs Inggris Jelang Euro 2021, The Three Lions Sering Ompong Melawan Gli Azzurri

Baca juga: Cara Cari Cuitan Lama di Twitter Tanpa Aplikasi Tambahan

"Kita tetap mengedepankan edukasi bagi para pedagang yang hendak berjualan di depan Pasar Klithikan yang ditutup selama pemberlakuan PPKM Darurat," jelasnya. 

Mantan Dirreskrimsus Polda Lampung itu mengungkapkan, langkah tegas ini harus dilakukan demi mengurangi mobilitas masyarakat di tengah melonjaknya kasus Covis-19 di Kota Solo dan sekitarnya. 

"Cara ini harus dilakukan untuk mengurangi mobilitas dan interaksi di masa pandemi. Yang mana saat ini angka sebaran dan penularannya sangat masif, ditambah lagi adanya varian baru yang sangat cepat penularannya," jelasnya. 

Menurutnya, pengurangan mobilitas dan pembatasan kegiatan masyarakat ini selama PPKM Darurat diharapkan efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 saat ini. 

"Prinsipnya keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi," tegasnya. 

Ade menjelaskan, edukasi dan pemahaman yang diberikan petugas tim gabungan dapat dipahami oleh para pedagang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved