Breaking News:

Berita Batang

Bisnis Potong Rambutnya Turun Drastis saat Pandemi, Kini Feri Buka Jasa Home Servis

Tak ingin berdiam, Slamet Feri Hariadi membuka pelayanan home service jasa potong rambut.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pandemi Covid-19 ditambah adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat para tukang cukur mencari cara untuk bertahan.

Pasalnya, pandemi yang semakin meningkat membuat banyak orang khawatir pangkas rambut karena sulit untuk menjaga jarak (physical distancing).

Hal itu pun membuat bisnis barbershop yang dijalani Slamet Feri Hariadi mengalami penurunan yang sangat drastis.

Baca juga: Masih Banyak yang Menumpuk, Bansos Beras 10 Kilogram di Kudus Baru Sasar Empat Kecamatan

Baca juga: Mbah Yanah, Lansia Pemungut Sayur Bekas Asal Kramat Kabupaten Tegal, Akhirnya Dapat Bedah Rumah. 

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup, Kakek Ini Tetap Jualan di Gerbang Basecamp Cemoro Kandang

Tak ingin berdiam, pria berusia 26 tahun itu pun membuka pelayanan home service.

"Awalnya ya pasti karena bingung, sejak pandemi apalagi ada pembatasan customer yang datang hanya sedikit, turun cukup drastis, akhirnya mencari solusi dengan membuka saja pelayanan home service dengan peralatan modern, nyaman dan kualitas bagus," tutur pria yang akrab disapa feri itu, Minggu (8/8/2021).

Dikatakannya, layanan datang ke rumah pelanggan demi memberikan rasa nyaman dan aman dari paparan virus.

"Saya ingin memberikan kenyamanan dan keamanan kepada customer, dengan datang ke rumah jadi mereka tetap bisa di rumah saja, tinggal calling saja nanti saya yang akan datang," ujarnya.

Dalam melakukan pelayanan home services Feri mengutamakan prokes di antaranya dengan sterilisasi peralatan sebelum dan sesudah dipakai, membawa handsanitizer, dan masker.

"Saat menerima panggilan potong rambut, saya menyiapkan dulu semua peralatan dan disteril terlebih dahulu begitu juga saat sudah selesai dipakai, memakai masker, semprot handsanitizer  dari step awal hingga akhir sesuai standar prokes," jelasnya.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup, Kakek Ini Tetap Jualan di Gerbang Basecamp Cemoro Kandang

Baca juga: Anak Takut Disuntik, Ini Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua

Baca juga: Renyahnya Kuliner Bawang Goreng Kembar Khas Slawi, Elin: Awal Bikinnya Tidak Sengaja buat Bisnis

Untuk harga, Feri menyesuaikan jarak dekat dan jauh mulai dari Rp 50 Ribu hingga Rp 150 Ribu.

"Style-nya berbagai macam jenis dan menyesuaikan keinginan customer, bisa anak-anak hingga dewasa, sementara untuk harganya sendiri mengikuti jarak kalau masih di kota saja, tarifnya Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu, tapi kalau jaraknya cukup jauh Rp 100 Ribu hingga Rp 150 Ribu," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved