Breaking News:

Berita Bisnis

Progres Bisnis Properti di Tengah Pandemi Masih Positif, Bambang: Harusnya Perbankan Juga Mendukung

Iklim investasi di bidang properti masih terus melaju. Bahkan per Agustus lalu, sektor properti tumbuh positif di angka 32,61 persen.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
TANGKAPAN LAYAR WEBINAR TRIBUN FOKUS
Bambang Wakil Ketua REI DPD Jateng, saat mengikuti acara Tribun Fokus yang digelar secara virtual, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Iklim investasi di bidang properti masih terus melaju. Bahkan per Agustus lalu, sektor properti tumbuh positif di angka 32,61 persen.

Rumah untuk Masyarkat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih menjadi sektor terbesar dalam hal pertumbuhan sektor properti.

Kondisi tersebut membuat bisnis properti diprediksi terus tumbuh pada 2022 mendatang.

Tak ayal, hal tersebut menjadi pendongkrak investasi yang ada di beberapa daerah termasuk di Jateng di tengah dampak pandemi.

Bahkan data dari pemerintah dari Kementerian PUPR, tercatat 11 ribu unit rumah di Jateng laku terjual pada 2020 lalu.

Baca juga: Target Rekrutmen 1 Juta Guru Honorer Meleset, Ketua PGRI Jateng: Kepala Daerah Harus Tanggung Jawab

Baca juga: Sinyal Lampu Hijau Keberangkatan Umrah, Kemenag Karanganyar: Masih Pembahasan Aturan Baru

Baca juga: Dirut PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang Tanggapi Tuntutan Pendemo

Baca juga: Pengakuan Oknum Guru SMA yang Gerayangi Siswinya di Depan Anak Lain, Bukti Dua Foto

Menurut Bambang, Wakil Ketua DPD REI Jawa Tengah, guna menunjang iklim investasi di bidang properti melaju semakin baik, beberapa hal harus dilakukan oleh pemerintah maupun perbankan.

“Ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan bisnis properti, baik tahun ini atau tahun depan. Selain meratanya vaksinasi, menggeliatnya pertumbuhan perekonomian, KPR, pemberian subsidi pemerintah, serta insentif juga akan berdampak pada pertumbuhan bisnis properti,” katanya saat mengikuti acara Tribun Focus bertema Cerdas Berinvestasi Properti di Masa Pandemi, yang digelar secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Dilanjutkannya, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung negara, untuk harga perumahan di bawah Rp 2 miliar sudah diberikan.

“Lalu untuk rumah di range harga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar juga diberikan diskon 50 persen yang selebihnya ditanggung negara. Dan rumah bertipe landed sangat dimintai menurut survei dari market behavior survey IPW,” katanya.

Ia mamaparkan, memasuki April 2021 bisnis properti di kota-kota besar terus menggeliat, hal itu karena inovasi yang dilakukan oleh developer properti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved