Berita Kesehatan
Bandotan, Gulma Berbau Bermanfaat untuk Obat Diabetes
Bandotan (Ageratum conyzoides; Linnaeus, 1753) barangkali merupakan tumbuhan yang paling banyak ditemukan di seluruh negeri ini.
Ekologi
Bandotan sering dijumpai di ladang atau sawah yang telah mengering. Bahkan di tepi jalan maupun pekarangan rumah.
Meski demikian Bandotan mampu tumbuh dengan baik hingga ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.
Berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan.
Sebaran
Berasal dari Amerika selatan yang kemudian menyebar luas di seluruh wilayah tropika, bahkan hingga subtropika. Bandotan dianggap sebagai gulma yang menjengkelkan di Afrika, Asia Tenggara, Australia, serta di Amerika Serikat.
Didatangkan ke Jawa sebelum 1860, kini gulma ini telah menyebar luas di Indonesia.
Di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi Pati Barat, Bandotan dapat mudah ditemui di Cagar Alam (CA) Keling Iabc, CA Keling II/III, CA Kembang dan CA Gunung Celering yang berada di Kabupaten Jepara.
Penulis
Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bandotan-gulma-berbau-bermanfaat-obat-diabetes.jpg)