Berita Cilacap
Penuhi Kualitas Selera Dunia, Kampung Sidat Kaliwungu Cilacap Jadi Percontohan Nasional
Bermula dari kolam budidaya skala kecil, ikan sidat di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, dikirim ke pasar luar negeri
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Baru setelah 2 bulan kita pindahkan ke kolam yang lebih besar," terangnya.
Kampung Sidat di Cilacap ini adalah pilot project kampung ikan berbasiskan kearifan lokal.
Tidak hanya dari FAO dan pemerintah daerah, kegiatan percontohan ini mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai direktorat di KKP.
Dalam mencapai tujuannya, proyek yang dimulai sejak 2017 ini melaksanakan tiga strategi utama.
Pertama pengarusutamaan prinsip keanekaragaman hayati perairan darat dalam pembangunan sumber daya dan kebijakan pengelolaan.
Kedua, demonstrasi prinsip konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan di sejumlah habitat kritis di Indonesia.
Ketiga, serta pemantauan dan penilaian yang efektif.
Proyek IFish disebut sebagai proyek perikanan darat terbesar di Indonesia.
Oleh karena itu perlindungan ekosistem dan pengelolaan perikanan darat secara berkelanjutan berdampak besar dalam peningkatan ketahanan pangan.
Terutama dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada keanekaragaman hayati perairan darat.
Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Pamuji Lestari mengatakan sangat mendukung proyek Kampung Sidat Kaliwungu.
"Sidat ini menjadi unggulan, harapannya nanti di Indonesia banyak terbentuk kampung-kampung yang secara spesifik punya keunggulan dalam bidang Perikanan.
Oleh karena itu kita dukung dalam permodalan di KKP ada bantuan dengan kredit murah hanya 3 persen, tetapi tetap ada syarat dan kualifikasi," ungkapnya.
Pihaknya menambahkan nantinya akan ada pendampingan dari profesional supaya ada upaya pembudidayaan berbasis science.
Pendapat yang hampir sama disampaikan pula, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal juga yang memberikan apresiasi atas keberhasilan Cilacap dalam mengembangkan budidaya sidat.
"Satu kampung, satu ikan atau satu jenis ikan yang dibudidayakan.
Ini sangat bagus sekali," ungkapnya.
Selama masa pandemi Covid-19 ini usaha sidat pun terkena imbasnya karena adanya pemberhentian ekspor dari Jepang.
Pandemi Covid-19 menghantam usaha koperasi tersebut.
Selama Pandemi Koperasi Mina Sidat Bersatu kehilangan setidaknya potensi 65 persen pesanan sidat karena penutupan ekspor ke Jepang.
Lima bulan pertama saat pandemi menjadi ujian terberat karena tidak ada pemasukkan sama sekali.
Suplai sidat ke restoran dan ekspor semuanya berhenti.
Penerapan pembatasan mobilitas penduduk termasuk penutupan pusat perbelanjaan dan hotel membuat bisnis restoran sepi.
Kondisi tersebut memaksa anggota koperasi memutar otak karena kegiatan budi daya di kolam tidak bisa berhenti.
Salah satu cara antisipasinya adalah menakar dengan tepat jumlah pakan yang diberikan.
Bila terlalu banyak pakan, maka ukuran sidat akan melebihi ukuran pasar Jepang.
Tentu saja penyesuaian dilakukan, tapi kualitas tidak boleh kompromi.
Menjelang akhir 2021 ini geliat kampung sidat kembali bangkit.
Karena sudah ada pesanan rutin dari restoran, kegiatan operasional budi daya sudah membaik dibandingkan di masa awal Covid-19.
Bertahan di masa pandemi tanpa mengorbankan kualitas adalah sebuah keharusan.
Para warga mulai membuat beberapa produk turunan, seperti abon, bakso dan keripik tulang sidat.
Sejumlah komunikasi dengan pihak Jepang telah dilakukan dan diharapkan pengiriman ke Jepang bisa kembali normal.
Baca juga: Video Bupati Blora Nazar Sembelih Sapi Jika Pratama Arhan dkk Menang Piala AFF 2020
Baca juga: Bupati Kendal Minta Satgas Penanganan Covid-19 Perketat Aktivitas Masyarakat di Momen Nataru
Contohnya sejak Agustus 2020 restoran berkategori Michelin Star di Jakarta memesan sidat secara rutin.
Dalam sebulan bisa mengirimkan 800-1.200 kilogram sidat.
Sidat hidup bisa dilihat di kolam penampungan di dalam restoran.
Kegigihan Koperasi Mina Sidat Bersatu selama masa pandemi, menjadikan mereka satu dari sedikit usaha budidaya sidat yang bertahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/26-12-pembudidaya-ikan-sidat-1.jpg)