Berita Pekalongan

Evaluasi 40 Hari Kurikulum Merdeka di Pekalongan, Guru dan Siswa Belum Siap

Dialog dimaksudkan untuk mendengarkan problematika yang dialami para guru setelah 40 hari penerapan sistem merdeka belajar.

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Dialog membahas percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Ruang Amarta Sekda Kota Pekalongan, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid berdialog membahas Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan kepala TK, SD, SMP se- Kota Pekalongan, Senin (22/8/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan

Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan ini mengatakan, dialog untuk mendengarkan problematika yang dialami para guru setelah 40 hari penerapan sistem merdeka belajar.

Baca juga: 50 Anak Kabupaten Pekalongan Ketiban Berkah, Ikuti Khitanan Massal Hasil Donasi Konsumen Alfamart

Baca juga: Jasa Raharja Pekalongan Gerak Cepat Serahkan Santunan Korban Kecelakaan di Tol Batang

Keluhan yang hampir sama adalah kesiapan murid dan guru.

Terutama untuk sekolah swasta, keluhannya adalah sering bergantinya guru.

"Jadi rata-rata kendalanya adalah kesiapan guru dan murid."

"Ini jadi problem dan terus kami evaluasi." 

"Sehingga ke depannya bisa lancar," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (22/8/2022).

Aaf berpesan, IKM juga menjadi tantangan sendiri bagi para guru. 

Baca juga: Festival Kebudayaan Bangkitkan Perekonomian Warga Tirto Pekalongan Pasca Pandemi Covid-19 

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Terkesan dengan Festival Budaya dan Bazaar Desa Pringsurat

Karena guru harus lebih profesional, menguasai kurikulum, dan bisa mengimplementasikan IT.

"Nah ini bisa dilatih melalui workshop."

"Sehingga guru bisa lebih profesional, menguasai kurikulum, dan IT," ungkapnya. 

Kepala Disdik Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus untuk percepatan IKM.

Untuk menyukseskan hal itu metode yang dilakukan adalah perimbasan.

"Jadi sekolah penggerak yang bagus, nanti biasanya ada swadaya terutama swasta untuk menghadirkan mereka," ujarnya. (*)

Baca juga: Tiga Laga Ujian Awal Rasiman Melatih Persis Solo, Terdekat Lawan Madura United

Baca juga: Bulan Dana PMI Batang Ditarget Rp 1,7 Miliar, Penarikan Tiga Bulan Hingga 22 November 2022

Baca juga: Rencana Perluasan TPA Bandengan, Pj Bupati Jepara: Butuh Lahan 4.000 Meter Persegi

Baca juga: Penyebab Tangan dan Kaki Jenazah Ngadiman Terikat Tali Rafia, Polres Karanganyar: Masih Kami Dalami

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved