Berita Kudus

Atasi Stunting, IDI Kudus Bikin Program Orang Tua Asuh Anak Stunting

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus menyasar 114 anak berstatus stunting untuk diberikan asupan gizi cukup

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Rifqi Gozali
pencanangan gerakan orang tua asuh anak stunting di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus menyasar 114 anak berstatus stunting untuk diberikan asupan gizi cukup. Tidak hanya itu, IDI juga menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tersebut sebagai bentuk upaya menurunkan angka kasus stunting.

Ketua IDI Kudus, Ahmad Syaifuddin, mengatakan, 114 anak tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus. Sedianya ada 746 anak di Kudus yang diduga stunting, hasilnya setelah dilakukan verifikasi terdapat 114 anak yang perlu mendapatkan dampingan dalam memberikan asupan gizi cukup.

“Pemberian asupan gizi itu agar tumbuh kembang anak bisa kembali normal. Anak-anak yang kami sasar usianya bervariasi, antara enam bulan hingga usia dua tahun,” kata Syaifuddin, dalam pencanangan gerakan orang tua asuh anak stunting di Pendopo Kudus, Kamis (25/8/2022).

Dalam praktiknya nanti, katanya, akan ada tim yang menyambangi masing-masing anak secara berkala. Mereka akan diberikan asupan gizi seimbang serta didata sejak awal hingga beberapa pekan setelah diberi asupan gizi.

Dia mengatakan, relawan yang menjadi orang tua asuh nanti bakal mendapat pelatihan khusus. Sebab, mereka tidak sekadar melakukan pendampingan perihal asupan gizi tapi juga mendata dan mengisi formulir, kontan harus mengetahui sejumlah indikator capaiannya.

“Dari situ kemudian ada intervensi pemberian gizi dan edukasi terhadap pola asuh, apakah ada perkembangan pada anak tersebut atau tidak,” katanya.

Dari serangkaian dampingan yang bakal dilakukan nanti, idealnya setelah tiga bulan akan terlihat perkembangan pada anak. Kalau memang tidak ada perkembangan, akan dievaluasi apakah ada yang salah dari orang tua asuh atau memang peran orang tua anak tersebut kurang maksimal.

Salah seorang penerima bantuan program orang tua asuh, Khoirul Umam, warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae menyambut positif. Pasalnya, anaknya yang kini berusia dua tahun dua bulan memang mengalami stunting setelah diperiksa di Puskesmas.

“Berat badannya tidak ideal, karena hanya 10 kilogram. Dengan adanya program ini saya sangat berterima kasih,” katanya.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo juga menyambut baik program tersebut. Pasalnya jumlah kasus stunting di Kudus mencapai 2.643 kasus atau 4,2 persen.

Hartopo menargetkan pada tahun ini angka stunting di Kudus bisa turun. Meski demikian, katanya, persentasenya jika dibandingkan dengan nasional lebih rendah.

“Nasional angkanya mencapai 30-an persen,” kata dia.

Dia berharap, program orang tua asuh tidak hanya menyasar pada 114 anak. Tetapi juga bisa menyasar lebih dari jumlah tersebut dengan rentang anak usia enam bulan sampai dua tahun. (*)

Baca juga: Dongeng Anak Sebelum Tidur Sangkuriang dan Dayang Sumbi Cerita Rakyat Jawa Barat

Baca juga: KPU Kabupaten Tegal Laksanakan Tahap Verifikasi Administrasi Parpol, Fasihin: Ada Temuan

Baca juga: Doa Agar Diberikan Rezeki yang Berlimpah, Bagi yang Ingin Sejahtera

Baca juga: Truk Tronton Ngebut Mau Masuk Tol Berujung Kecelakaan Maut Tewaskan Pasutri Asal Demak

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved