Kriminal Hari Ini

Reaksi Suwarti Kala Dapatkan Barang Berharganya Lagi, Warga Sukoharjo Jadi Korban Jambret

MAK yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh sablon mengaku telah menggunakan sejumlah uang di dalam tas yang dia jambret untuk kebutuhan harian.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Korban penjambretan, Sri Suwarti Ningsih bersama Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat gelar kasus penjambretan di Mapolres Sukoharjo, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Sri Suwarti Ningsih (60) tak menyangka barangnya yang telah dijambret bisa kembali lagi kepadanya. 

Sri sebenarnya sudah mengikhlaskan barang berharganya yang telah dijambret itu. 

Mulanya dia melapor ke pihak berwajib untuk mengurus kembali surat-surat penting yang ikut hilang terjambret. 

"Namun oleh kepolisian ditindaklanjuti secepat ini dan Alhamdulillah barang saya dapat ditemukan,” ujar Sri Suwarti kepada Tribunjateng.com, Kamis (29/9/2022). 

Baca juga: Transfer ke Joko Widodo Pakai Uang Palsu, Pria di Sukoharjo Ditangkap, Ini Kronologinya

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Bekali Keterampilan Pengelolaan Keuangan untuk Kepala Desa

Sri Suwarti menjelaskan, peristiwa penjambretan yang dialaminya terjadi pada 28 Agustus 2022. 

Ini terjadi saat dia dan suami akan pulang mengendarai sepeda motor ke rumah di Perumahan Korpri Sukoharjo

Saat melintas di selatan Toserba Laris Sukoharjo, tiba-tiba ada seorang pengendara merebut tas yang dia bawa. 

Tas itu berisikan sejumlah uang, handphone, dan surat-surat berharga.

Dia sempat berteriak meminta tolong, namun teriakannya tak berarti karena kondisi sepi.

Lantas dia dan suaminya berusaha mengejar jambret tersebut, namun kalah cepat. 

Baca juga: Polres Sukoharjo Antisipasi Politik Identitas dan Intoleransi pada Pemilu 2024

Baca juga: Tekan Risiko Korban Bencana, BPBD Sukoharjo Latih Relawan Soal Darurat Kebencanaan

Penjambret itu pun kabur membawa barang miliknya. 

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pelaku MAK (39) telah dibekuk di rumahnya di Pasar Kliwon Surakarta.

MAK yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh sablon mengaku telah menggunakan sejumlah uang di dalam tas yang dia jambret untuk kebutuhan sehari-hari. 

Pelaku dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pencurian yang disertai dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun. (*)

Baca juga: Detik-detik Kebakaran Gudang Kertas Industri Terboyo Semarang, Damkar: Akibat Korsleting Listrik

Baca juga: Cerita Pengalaman Erman Ngadu Via LaporBupPati, Petugas PLN Langsung Pasang Meteran Listrik

Baca juga: Pemandu Karaoke Sunan Kuning Semarang Dianiaya Tiga Rekannya, Korban Dianggap Tukang Ngadu

Baca juga: Duh, Penyaluran Bantuan Warga Miskin di Blora Masih Gunakan Data 2011

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved