Berita Semarang
Pemkot Semarang Ajukan Penghapusan Aset Pasar Johar Relokasi di MAJT, Karena Satu Alasan Ini
Terkait tindak lanjut aset Pasar Johar Relokasi, Pemkot Semarang menunggu rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK).
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang telah mengajukan penghapusan aset Pasar Johar Relokasi yang menempati lahan Masjid Agung Jateng (MAJT).
Bangunan Pasar Johar Relokasi merupakan aset Pemkot Semarang.
Sementara lahan yang digunakan untuk Pasar Johar Relokasi merupakan milik MAJT.
Lahan tersebut disewa Pemkot Semarang seusai insiden terbakarnya Pasar Johar Semarang pada 2015.
Pedagang Pasar Johar Semarang pun direlokasi sementara ke lahan milik MAJT pada 2016.
Baca juga: Pemkot Semarang Gelar Semarang Flower Festival Pertama di Jawa Tengah Minggu 30 Oktober 2022
Relokasi pedagang dilakukan karena Pasar Johar Semarang sedang dilakukan pembangunan pasca insiden kebakaran.
Awal 2022 pembangunan Pasar Johar Semarang rampung, sejumlah pedagang kembali dipindahkan ke Pasar Johar secara bertahap.
Namun, masih ada pedagang yang bertahan di lahan MAJT.
Hal itu menimbulkan polemik bagi pedagang Pasar Johar Baru.
Agar polemik tak berkepanjangan, Pemkot Semarang mengajukan penghapusan aset yang ada di Pasar Johar Relokasi.
"Koordinasi sudah kami gelar bersama Disdag, Distaru, hingga Bagian Hukum dan Aset Setda Kota Semarang," jelas Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto kepada Tribunjateng.com, Jumat (28/10/2022).
Koordinasi yang digelar, diterangkan Fajar, membahas mengenai penghapusan aset Pemkot Semarang di Pasar Johar Relokasi.
"Hasil koordinasi adalah penghapusan aset, surat penghapusan aset sudah diterima BPKAD Kota Semarang," paparnya.
Baca juga: Keren Nih, Pujasera di Semarang Ini Gunakan Energi Listrik Kincir Angin, Bisa Terangi Tujuh Lapak
Terkait tindak lanjut aset Pasar Johar Relokasi, dia menuturkan, Pemkot Semarang menunggu rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK).
"Aset tersebut akan diaudit BPK karena nilainya cukup besar."
"Setelah itu menunggu arahan lebih lanjut, akan dibongkar atau dilelang," ucapnya.
Fajar juga mengatakan, akan mengawal rekomendasi dari BPK terkait tindaklanjut aset di Pasaran Johar Relokasi.
"Yang jelas aset tersebut tidak boleh digunakan untuk komersil karena sudah diatur dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, tentang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD)," terangnya.
Ditegaskannya, jika MAJT ingin membangun pasar, harus mengantongi izin dari Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng.
"Tak hanya itu, perizinan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga wajib dikantongi," jelas Fajar.
Terpisah Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menuturkan, audit BPK akan menentukan tindaklanjut penanganan aset Pemkot Semarang di Pasar Johar Relokasi.
"Mekanismenya menunggu arahan BPK."
"Apakah harus dibongkar atau dilelang terlebih dahulu," terang Hevearita G Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita itu kepada Tribunjateng.com, Jumat (28/10/2022).
Baca juga: Dimulai PermataBank Cabang Bangkong Semarang, Penerapan Model Branch di Jawa Tengah
Mbak Ita juga menyebutkan, aktivitas pasar di lahan MAJT seharusnya selesai Januari 2022, sesuai kesepakatan pengguna lahan untuk pasar relokasi.
"Kalaupun masih berjalan berarti harus izin ke Pemerintah Pusat."
"Hal itu karena perizinan membuka pasar adalah kewenangan Kemendag."
"Yang jadi fokus Pemkot Semarang saat ini adalah aset di pasar relokasi tersebut," tambahnya.
Sementara itu, pihak MAJT berharap Pasar Johar Relokasi masih dapat beroperasi dan ditempati pedagang.
"Kami berharap Pemkot Semarang tidak membongkar Pasar Johar Relokasi untuk sementara waktu," terang Ahmad Daroji satu di antara pengelolaan MAJT.
Dia mengatakan, MAJT ingin mengajak Pemkot Semarang untuk membahas terkait retribusi dan pajak hingga perizinan.
"Semua bisa diselesaikan baik-baik, karena retribusi dan pajak juga untuk kesejahteraan warga Kota Semarang," imbuhnya.

Pedagang Pasar Johar Relokasi Akan Ikuti Aturan
Pedagang yang masih bertahan di Pasar Johar Relokasi akan ikuti aturan Pemkot Semarang untuk pindah ke Pasar Johar Baru.
Namun, para pedagang meminta syarat saat Pemkot Semarang melakukan pemindahan.
"Syaratnya harus ramai-ramai, semua pedagang di Pasar Johar Relokasi pindah semua," kata Ngatimah (62) satu di antara pedagang di Pasar Johar Relokasi, Jumat (28/10/2022).
Dikatakannya, para pedagang tak mau pindah lantaran di Pasar Johar Baru masih sepi.
Baca juga: Kasus Pengeroyokan Akibat Sengggolan di Kafe Semarang Berujung Damai
"Kalau pindah sendiri ya pasti tidak ada pembeli, di Pasar Johar Baru kan baru ditempati beberapa pedagang," terangnya.
Dia mengatakan, di Pasar Johar Relokasi masih banyak pedagang yang bertahan.
"Saya juga ikut bertahan, kalau semua pindah saya juga ikut."
"Karena pembeli cari pasar yang ramai pedagang," tuturnya.
Adapun Nino (54) pedagang lainnya sepakat dan mengikuti jika semua pedagang di Pasar Johar Relokasi dipindah ke Pasar Johar Baru.
"Kalau semua pindah saya juga pindah, jadi saya dan pedagang lainnya menunggu keputusan dari Pemkot Semarang," terangnya.
Nino mengatakan, pernah pindah ke Pasar Johar Baru namun kembali lagi ke Pasar Johar Relokasi.
"Karena baru beberapa pedagang yang pindah jadi tidak ada pembeli."
"Bahkan saat itu 4 hari tidak ada pembeli," tambahnya. (*)
Baca juga: Empate Hektare Sawah Gagal Panen di Salatiga, Reni Handayani: Beginilah Risiko Petani
Baca juga: Doa Agar Anak Mau Mengaji di Masjid
Baca juga: Bela Barcelona, Lewandonski Malah Tak Bisa Main di Liga Champions
Baca juga: Jembatan Nglurah Tawangmangu Karanganyar yang Ambrol Bakal Diperkuat