Berita Cilacap

Jalur Majenang-Salem Cilacap Kembali Terputus, Tebing 25 Meter Longsor, Ketebalannya Capai 3 Meter

Tebing setinggi 25 meter dengan panjang 15 meter itu mengalami longsor pada pukul 20.30, saat hujan mengguyur wilayah Majenang Cilacap.

BPBD KABUPATEN CILACAP
Petugas mengecek kondisi jalur Majenang - Salem tepatnya di Desa Boja, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap yang tertutup material longsor pada Selasa (7/3/2023) sekira pukul 20.30. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Selasa (7/3/2023) malam menyebabkan bencana tanah longsor.

Material tanah longsor menutup seluruh badan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Majenang - Salem.

Akibatnya, lalu lintas kendaraan dari kedua arah terpaksa lumpuh total.

"Jalan terputus, belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat."

"Hal itu karena jalan tertutup material longsor," kata Kalakhar BPBD Kabupaten Cilacap, Widjonardi kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/3/2023).

Baca juga: Ngeri! Kebakaran Diduga Korsleting Listrik di Cilacap Selatan, 1 Orang Mengalami Luka Bakar

Widjonardi menyebut, sebelumnya pada Minggu (19/2/2023) bencana tanah longsor di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang sempat membuat lumpuh arus lalu lintas Majenang - Salem.

Kini, tanah longsor giliran terjadi di Dusun Jerotengah RT 04 RW 01, Desa Boja, Kecamatan Majenang. 

Tebing setinggi 25 meter dengan panjang 15 meter itu mengalami longsor pada pukul 20.30, saat hujan mengguyur wilayah itu.

"Setelah terjadi longsor, dari UPT BPBD Majenang dan aparat setempat mengecek ke lokasi yang dilanjutkan dengan pengerahan relawan untuk rencana penanganan manual," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Pasien Cuci Darah RSI Fatimah Cilacap Harus Ke Luar Kota Karena BPJS Kesehatan Putus Kerjasama

Sementara itu berdasarkan hasil assesment menunjukkan bahwa ketebalan material longsoran berkisar 3 meter.

Selain menutup badan jalan, longsor juga membuat sebuah tiang penyangga kabel PT PLN roboh dan jembatan kondisinya roboh karena terdorong material longsoran.

"Saat ini belum dapat dilakukan penanganan mengingat kondisi minim pencahayaan," kata Widjonardi.

Beruntung saat longsor terjadi tidak ada warga yang melintas di jalan tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Terkait kerugian, Widjonardi mengatakan bahwa pihaknya masih terus menghitung kerugian akibat bencana ini. (*)

Baca juga: Parcel Lebaran 2023 Dilaunching, KPw BI Jateng: Bagian Tingkatkan Penjualan Produk UMKM

Baca juga: PLN Nyalakan Electrifying Argiculture Serentak di Sragen, Tempat Usaha Triyono Dipilih Karena Unik

Baca juga: 16 Orang Ikuti Uji Kompetensi LSP BBPVP, Mereka Peserta Pelatihan Membuat Roti di BLK Batang

Baca juga: Kabar Gembira Buat Perantauan, Kedai Mie Aceh Hadir di Pati, Bahan Baku Langsung dari Sumatra

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved