Berita Semarang
Kisah Tradisi Gebyuran Bustaman Bertahan Sejak 281 Tahun Silam di Semarang Saat Menyambut Ramadan
Sambut bulan Ramadan, sedikitnya 500 orang warga Kampung Bustaman menyambut bulan Ramadan dengan tradisi Gebyuran Bustaman Minggu (19/3/2023).
“Dari dulu memang sering banyak bula dari US atau Eropa yang ikut gebyuran di sini, ya mereka berwisata tujuannya,” imbuh dia.
Ritual tersebut berlangsung sekitar satu jam sejak dimulai pukul 16.00 WIB. Warga masih terus saling lempar air sambal bersenang-senang.
Tak sedikit yang mengguyurkan air dari lantai dua dan saling mengejutkan warga lainnya.
Sementara itu, tokoh adat Hari Bustam (78) berharap agar tradisi dapat terus berlanjut hingga generasi selanjutnya.
Kemudian, warga setempat dapat menjalani ibadah puasa dengan khidmat dan hati yang suci.
“Ya ini kita kan menyucikan diri dengan air sumur dari peninggalan Kiai Bustam,” ujar dia.
Baca juga: Kebiasaan Kiai Kertoboso Bustam Mandikan Cucunya Jelang Ramadan Dipercaya Awal Tradisi Gebyuran
Warga mengakhiri ritual dengan makan hidangan bersama dalam kondisi basah kuyub.
Dengan suka rela sejumlah warga menyajikan makanan seperti bakso, sate, sop, dan lainnya.
Lalu nasi gudangan sebagai penutup. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemeriahan Tradisi Mandi Bersama Gebyuran Bustaman di Semarang Jelang Ramadhan"
Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025: Hujan Ringan |
![]() |
---|
Mobilmu Mau Dipasang One Auto Film Premium? Cukup Bayar Rp2 Juta di Oneway Kaca Film Semarang |
![]() |
---|
Pemkot Evaluasi SOP Pengelolaan Gedung Cagar Budaya Setelah Kebakaran Resto di Kota Lama Semarang |
![]() |
---|
Lanjut Usia, Alasan Hakim Tipikor Semarang Tidak Cabut Hak Politik Mbak Ita Meski Divonis 5 Tahun |
![]() |
---|
Stok Beras di Kota Semarang Masih Cukup hingga 1 Bulan 21 Hari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.