Berita Pendidikan
Ini Pesan Bagi Para Pendidik di Era Kecerdasan Buatan, Penilaian Berdasarkan Proses Bukan Hasil
Gempuran teknologi yang mewarnai kehidupan manusia menjadi sebuah keniscayaan. Manfaat teknologi berbanding lurus dengan kerugian yang dihasilkan.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: rival al manaf
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Kerjasama dan Pengembangan Bisnis SCU, Dr. R Probo Yulianto Nugrahedi, S.TP., M.Sc., menyatakan tantangan era teknologi yang terus berkembang menuntut pendidik untuk memperbaharui kompetensinya.
"Hadirnya kecerdasan buatan tidak dapat ditolak, melainkan bagian dari proses pendidikan," ungkapnya.
Sebelumnya, SCU mengadakan kegiatan Seminar Pendidikan 5.0 Peran Pendidik di Zaman Kecerdasan Buatan di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas.
Hadir sebagai pemateri ialah Fidelis Aggiornamento Saintio, S.Fil., M.I.Kom., dari SCU, Drs. Johanes Eka Priyatna, M.Sc., Ph.D., dari Universitas Sanata Darma (USD) Yogyakarta, Prof. Anita Lie, M.A., ED.D., dari Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya.
Seminar dimoderatori oleh Daniswara A Wijaya, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Psikologi SCU.
(arh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/konferensi-pers-universitas-katolik-unika-soegijapranata-atau-soegijapranata-catholic-university.jpg)