Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Cerita Imron Pujianto, Warga Semarang Yang Tak Mandi 3 Hari Karena Kesulitan Air Bersih

Kekeringan tengah melanda sebagian warga di Kota Semarang, hingga membuat mereka terpaksa tidak mandi selama 3 hari.

Editor: raka f pujangga
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
Warga Perumahan Graha Bringin Mas Utara II, RW 11 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) terpaksa mandi tiga hari sekali karena kekurangan air. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kekeringan tengah melanda sebagian warga di Kota Semarang.

Bahkan Warga Perumahan Graha Bringin Mas Utara II, RW 011 Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), terpaksa mandi tiga hari sekali karena kekurangan air.

Ketua RW 011 Kelurahan Gondoriyo, Imron Pujianto mengatakan, warga sudah kesulitan air bersih sejak akhir Juli 2023.

Baca juga: Polres Sragen Bikin Program Andum Tirto di 5 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Hal tersebut membuat sebagian warga hidup tidak tenang.

"Air itu kan kebutuhan utama. Bahkan mandi hanya bisa tiga hari sekali karena sulit sekali mendapatkan air," jelas Imron saat ditemui di rumahnya, Senin (21/8/2023).

Selain mandi tiga hari sekali, warga Perumahan Graha Bringin Mas Utara II juga tak bisa mencuci pakaian, mengepel dan mencuci piring karena sulit mendapatkan air sejak musim kemarau datang.

"Terpaksa libur dulu mencuci. Harus nunggu bantuan air bersih baru berani mencuci. Saya juga ganti baju tiga hari sekali karena tak bisa mencuci," paparnya.

Di lokasi yang sama, Lurah Gondoriyo, Totok Indarto mengatakan, sampai saat ini hanya satu daerah yang membutuhkan bantuan air dari total 12 RW yang ada di Kelurahan Gondoriyo Semarang.

"Kebetulan di Kelurahan Gondoriyo ada 12 RW, dan 011 RW dinyatakan aman," jelasnya.

Dia menjelaskan, saat ini ada tiga RT yang kekurangan air karena dampak kemarau panjang. Sementara, untuk daerah lain masih tergolong aman.

"Ada tiga  RT yang kekurangan air dengan jumlah sekitar 100 KK," kata dia.

Akibat musim kemarau, beberapa sumur yang ada di perumahan tersebut debit airnya mulai berkurang secara drastis.

Hal itu membuat stok air yang digunakan warga menjadi cepat habis.

"Debit air yang biasanya tidak terlalu habis, untuk tahun ini cepat habis," paparnya.

Saat ini pihak kelurahan sudah meminta bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved