Berita Pekalongan
Sindi Desi Mahasiswi Unwahas Semarang asal Grobogan Tewas Tertabrak KA Jayaba di Pekalongan
Mahasiswi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Jayabaya, tujuan Surabaya-Jakarta
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Catur waskito Edy
"Akibat kejadian tersebut tidak ada imbas kerusakan sarana, maupun kelambatan dari kereta api tersebut," imbuhnya.
KAI akan terus melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.
"Kami juga meminta bantuan kepada masyarakat, apabila ada orang yang berada di jalur KA agar diingatkan untuk tidak berkegiatan, karena sangat membahayakan," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Sragi AKP Suradi mengatakan, pada hari Minggu, 26 November 2023, pukul 21.00 WIB, Polsek Sragi menerima laporan tentang adanya orang meninggal dunia, karena tertampar kereta api di KM 99+7 antara Stasiun Sragi-Comal di Dukuh Gentongwungu, Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Kejadian itu dilaporkan oleh petugas pemeriksa jalur kereta api bernama Muamar (65), warga Dukuh Kauman, Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
"Korban diketahui bernama Sindi Desi Minanti (25), warga lingkungan Kedus RT 04 RW 03 Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Korban meninggal di lokasi kejadian," katanya.
Dijelaskan AKP Suradi, Muamar petugas kereta api biasa melakukan pemeriksaan jalur rel di Km 99+7 jalur hilir arah timur.
Sekitar pukul 20.45 WIB, ia melihat masyarakat sedang berkerumun di sekitar rel kereta.
Muamar pun mendekati kerumunan warga tersebut. Ia melihat adanya seorang perempuan yang tidak dikenalnya telah tergeletak akibat tertampar kereta Jayabaya tujuan Surabaya-Jakarta.
"Mengetahui hal tersebut, ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke atasannya, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi," kata Suradi.
Tidak hanya itu, dari keterangan saksi Alfin (22) warga dukuh gembyang kelurahan Sragi menjelaskan, bahwa korban sejak pukul 17.00 wib berada di sekitaran rel kereta api Sragi dan seperti orang bingung.
"Kemudian pada pukul 20.30 wib Alfin melihat dari kejauhan, tiba-tiba saat ada kereta melintas korban langsung melarikan diri dan seakan melakukan bunuhdiri dengan cara menabrakan diri ke kereta," ucapnya.
Berdasarkan dari keterangan Tika temen korban, korban diketahui berada di wilayah Sragi sedang mengikuti organisasi saung Book island di Pemalang.
Korban datang terakhir ke Pemalang sejak bulan Mei 2023 untuk mengikuti organisasi tersebut.
"Akhir-akhir ini korban bersikap tak wajar dan tidak seperti biasanya, serta korban pernah bercerita bahwa korban pernah memeriksakan dirinya ke poli jiwa RS Kariadi Semarang sejak bulan Oktober," katanya. (dro)
Baca juga: Kronologi Penangkapan Mantan Kades di Pekalongan karena Uang Palsu, Berawal dari Bayar Jasa Bengkel
Baca juga: Gibran Tak Hadir Saat Grounbreaking Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo Technopark
Baca juga: SOSOK Asli Ultraman Gemoy yang Nyaleg dan Balihonya Curi Perhatian di Jepara, Ternyata Bos Skincare
Baca juga: Merangkum Kritik dan Harapan Guru-guru di Jawa Tengah kepada Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Anggota-unit-Reskrim-Polsek-Sragi-saat-melakukan-olah-TKP-di-lo.jpg)