Pendidikan
Mahasiswi di Kudus Ini Sukses Bikin Yoghurt dari Tangkai Cabai, Raih Apresiasi di Ajang BFC
Perempuan muda asal Kudus Chika sukses membuat inovasi pembuatan yoghurt dengan memanfaatkan tangkai cabai.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kreatif. Kata itu layak disematkan untuk Chika Hika Chaterina (21).
Perempuan muda asal Kudus ini sukses membuat inovasi pembuatan yoghurt dengan memanfaatkan tangkai cabai. Jenis tangkai cabai yang dipakai adalah cabai rawit merah (cabai setan).
Dia membuat 250 mililiter yoghurt dengan memanfaatkan 8 tangkai cabai yang masih segar (hijau).
Tangkai cabai tersebut sebagai starter bakteri laktobatilus plantalum yang berperan dalam proses pembuatan yoghurt.
Berkat kreativitasnya itu pula, Chika menyabet juara 1 lomba video fermentasi makanan dan minuman dalam ajang Biology Fun Competition (BFC) Prodi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma.
Lomba yang diadakan Universitas Sanata Dharma berlangsung pada 22-27 Agustus 2023.
Inovasi pemanfaatan tangkai cabai dalam proses pembuatan yoghurt didapat hasil melihat video pendek pada sosial media Tiktok.
Di pun tertarik untuk mencari referensi ilmiah melalui jurnal penelitian untuk memastikan benar-tidaknya konten tersebut.
"Saya cek di beberapa jurnal penelitian, ternyata benar. Saya coba aplikasikan, hasilnya saya ikutkan lomba," terang Chika, Kamis (4/1/2024).
Baca juga: Undip Buka Kesempatan Magang Nonakademik Mahasiswa Kreatif dan Gemar Menulis
Baca juga: Mahasiswa UNSOED Memanfaatkan Umbi Gembolo menjadi Yoghurt Sinbiotik
Baca juga: Ini Biang Kerok Inflasi Jawa Tengah Desember 2023, Juaranya Masih Cabai Merah
Proses uji coba inovasinya didokumentasikan dalam sebuah video pendek. Mulai dari pemilahan produk, proses pembuatan, hingga hasil akhir dan testing atau pengujian rasa.
Video tersebut diunggah dalam sosial media pribadi, selanjutnya diikutkan dalam perlombaan untuk dinilai.
Karya tersebut menghantarkan mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Laboratorium Medik (TLM), Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku) ini menyabet juara 1, mengalahkan puluhan peserta lainnya dari berbagai daerah tingkat nasional.
"Lombanya daring, dan semua harus terdokumentasikan setiap proses pembuatan. Supaya bisa menunjukkan bahwa produk hasil kerja sendiri tanpa bantuan orang lain," tuturnya.
Hasil inovasi karya Chika dinilai memiliki tiga unggulan dari segi plating makanan, teknik fermentasi, dan teknik penyajian dalam beragam varian.
Yoghurt karyanya disajikan dalam tiga bentuk. Pertama hidangan dalam wadah mangkok biasa, kedua dalam bentuk yoghurt bark, dan ketiga dalam bentuk es cream.
| Bersholawat di Kampus Jadi Cara Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dengan Nilai-nilai Islam |
|
|---|
| Angka Karir Missmatch di Indonesia Masih Tinggi, Ini Tips Memilih Program Studi Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Canggih! Robot Kecoak Undip Mampu Kirim Data Korban Bencana dari Balik Reruntuhan |
|
|---|
| Platform Digital Dinilai Perlu Diatur Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Sipil |
|
|---|
| Respons Udinus Menyikapi Wacana MBG Masuk Kampus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aterina-mahasiswi-Prodi-TLM-Fakult.jpg)