Konflik Rusia dan Ukraina
Panic Buying Terjadi di Swedia Setelah Militer Nyatakan Siap Perang
Hal itu memicu panic buying, anak-anak ketakutan, dan perdebatan sengit di negara Nordik itu.
Selanjutnya, kelompok hak asasi anak Bris mengalami peningkatan panggilan hotline dari anak-anak yang khawatir akan kemungkinan perang.
“Banyak anak sudah cemas dan diperburuk oleh berita ini,” ujar Sekretaris Jenderal Bris, Magnus Jagerskog.
Ia menambahkan, pandemi Covid-19, perang di Ukraina dan baru-baru ini di Gaza membuat anak-anak takut.
Toko-toko juga melaporkan peningkatan tajam pembelian barang-barang terkait krisis, seperti radio darurat, jeriken, dan kompor kemah, mengakibatkan rak-rak di beberapa toko kosong.
Pernyataan pemerintah dan militer ini turut memicu perdebatan di Swedia mengenai seberapa mungkin terjadinya konflik skala penuh, atau apakah hanya sekadar menyebarkan rasa takut. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Militer Swedia Nyatakan Siap Perang, Warga Langsung "Panic Buying""
Baca juga: Serukan Warga Palestina di Gaza Pindah ke Negara Lain, Menteri Israel Banjir Kecaman
| Ukraina Ubah Taktik untuk Kuras Tenaga Pasukan Rusia |
|
|---|
| Presiden Ukraina Ungkap Rencana Mobilisasi 500.000 Warga untuk Perang Lawan Rusia |
|
|---|
| Amerika Kehabisan Uang untuk Bantu Danai Perang Ukraina Lawan Rusia |
|
|---|
| Ukraina Tegaskan Tak Akan Mundur Lawan Rusia meski Bantuan Berkurang |
|
|---|
| Rusia Kerahkan 71 Drone Gempur Ibu Kota Ukraina, Serangan Terbesar sejak Dimulainya Invasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-supermarketantpkr.jpg)