Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Petani Boyolali Ini Terjangkit Penyakit Leptospirosis, Meninggal Setelah 11 Hari dari Awal Gejala

Warga Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali berjenis kelamin laki-laki berinisial KS (57) meninggal dunia karena penyakit leptospirosis.

Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BRAM KUSUMA
ILUSTRASI info grafis kejadian leptospirosis. 

"Terus dibawa ke Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar."

"Karena ruangannya penuh pulang dia (KS) tidak jadi dirawat," ungkap dia.

Baca juga: 1,4 Ton Ikan Nila Siap Panen Mati di Waduk Cengklik Boyolali, Suhartono Syok

Baca juga: Devid Agus Yunanto Buka Wacana Jadi Calon Bupati Boyolali: Relawan Menunggu Partai Politik

Keluarga KS kemudian mengundang dokter dari klinik untuk datang ke rumahnya.

Pihak dokter klinik menyarankan KS dirujuk ke rumah sakit.

KS akhirnya dibawa ke rumah sakit di Kota Surakarta untuk menjalani perawatan pada 20 Maret 2024.

Kemudian pada 21 Maret 2024, KS dinyatakan meninggal dunia.

"Jadi pada 20 Maret masuk rumah sakit, 21 Maret 2024 pasien henti jantung, henti napas pukul 02.11."

"Jadi kami mengetahuinya setelah ada pelaporan kematian itu dari Puskemas," kata dia.

Menurut dia, KS dirujuk ke rumah sakit tanpa melalui Puskesmas di Boyolali.

Sehingga pihaknya baru mengetahui warganya terjangkit leptospirosis dari rumah sakit.

"Ini menurut hasilnya kalau yang kami terima, leptospirosis," ungkap dia.

Dikatakan Puji Astuti, kematian KS merupakan kasus kedua leptospirosis di wilayah Boyolali pada 2024.

Hanya saja untuk kasus pertama pasien kembali pulih atau sehat.

"(Leptospirosis) ini kasus kedua."

"Pertama sehat tidak apa-apa," kata Puji.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved