Berita Pendidikan
Biaya Sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, Dibuka 3 Jalur Pendaftaran
Biaya sekolah di SMA Taruna Nusantara dibagi dalam tiga kategori sesuai jalur pendaftaran siswa baru
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG -
Berikut nominal biaya yang harus dibayarkan jika sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang.
Saat pendaftaran, SMA Taruna Nusantara biasanya membuka tiga jalur.
Tentu saja dengan biaya yang berbeda-beda.
Berikut ulasannya, sebagai panduan bagi orangtua atau calon siswa untuk menabung di tahun 2025.
Baca juga: 2 Nama Paskibra Nasional 2024 Perwakilan Jateng, Asal Sekolah Semarang dan Cilacap
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2025 bisa saja dibuka pada bulan Desember 2024.
Seperti pada PPDB SMA Taruna Nusantara 2024, pendaftaran sudah mulai dibuka pada 21 Desember 2023 hingga 5 Januari 2024.
Jadi masih ada waktu enam bulan mempersiapkan tabungan pendidikan.
Sehingga siswa yang saat ini berada di kelas 9 dan punya cita-cita melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, perlu mempersiapkan diri mulai dari sekarang.
Salah satunya, dengan menabung biaya pendidikan yang ada.
Biaya sekolah di SMA Taruna Nusantara
Meski belum ada informasi resmi pendaftaran tahun 2025, tidak ada salahnya mengetahui biaya untuk sekolah di SMA.
Biayanya meliputi Biaya Operasional Pendidikan (BPP) atau yang umum dikenal sebagai Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) per bulan.
Biaya sekolah di SMA Taruna Nusantara dibagi dalam tiga kategori sesuai jalur pendaftaran siswa baru.
Yakni jalur beasiswa (BS), jalur Iuran Sekolah (IS) serta jalur Kontribusi Khusus (KK).
Dilansir dari laman resmi SMA Taruna Nusantara, berikut informasi mengenai jalur pendaftaran di SMA Taruna Nusantara Magelang. Yaitu Iuran Sekolah, Kontribusi Khusus, dan Beasiswa.
Ada empat biaya yang dibayarkan siswa. A
ntara lain uang pangkal, uang komite sekolah, uang kontribusi khusus dan BOP atau SPP.
Berikut informasi mengenai biaya sekolah dan jalur masuk di SMA Taruna Nusantara yang bisa dijadikan referensi jika akhir tahun 2024 kamu berencana mendaftar di SMA Taruna Nusantara.
1. Jalur Beasiswa
Siswa yang berhasil diterima di SMA Taruna Nusantara lewat jalur beasiswa akan dibebaskan dari sejumlah komponen pembiayaan.
Seperti uang pangkal, uang komite sekolah, uang kontribusi khusus, biaya operasional pendidikan.
Siswa yang lolos lewat jalur Beasiswa di Taruna Nusantara tetap akan membayar sumbangan sukarela yang diisi sesuai kesanggupan.
2. Jalur Iuran Sekolah
Siswa yang diterima di SMA Taruna Nusantara lewat jalur Iuran Sekolah akan membayarkan sejumlah komponen pembiayaan, antara lain:
- Uang pangkal: Rp 50 juta
- Uang komite sekolah: Rp 1 juta
- Biaya operasional pendidikan atau seperti SPP sebesar Rp 5 juta per bulan selama menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Siswa yang diterima lewat jalur Iuran dibebaskan dari uang kontribusi khusus.
Namun tetap membayarkan sumbangan sukarela dengan nominal diisi sesuai kesanggupan.
3. Jalur Kontribusi Khusus
Selanjutnya adalah jalur Kontribusi Khusus.
Siswa kelas 9 yang diterima di SMA Taruna Nusantara lewat jalur kontribusi khusus perlu membayar sejumlah komponen pembiayaan, seperti:
- Uang pangkal: Rp 50 juta
- Uang komite sekolah: Rp 1 juta
- Uang kontribusi khusus: Rp 125 juta
- Biaya operasional pendidikan atau SPP: Rp 5 juta per bulan selama pendidikan Sumbangan Sukarela diisi sesuai kesanggupan
Selama pendidikan, tidak ada lagi biaya tambahan ataupun biaya tersembunyi yang harus dibayarkan orangtua siswa.
Semua sudah tercakup dalam komponen Iuran Sekolah.
Demikian informasi mengenai biaya sekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang yang bisa dijadikan informasi baik orangtua maupun siswa yang akan mendaftar untuk tahun ajaran 2025/2026. (Kompas.com)
Robertus Aji, Rektor Baru SCU Beberkan Komitmen untuk Bawa Kampus Menuju 'Joyful Futures' |
![]() |
---|
PTMB 2025 Soegijapranata Catholic University Hadirkan Suasana Kekeluargaan Antar Fakultas |
![]() |
---|
Waduh! Riset Profesor Asing Ungkap Praktik Serangan Fajar Jadi Penyebab Korupsi Masif di Indonesia |
![]() |
---|
Cerita Prof Juhadi, Dosen Unnes yang Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Longsor berbasis Android |
![]() |
---|
Guru Besar Baru Unissula, Prof Imam Kusmaryono Tekankan Pentingnya Reformasi Pendidikan Matematika |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.