Berita Nasional
Ternyata Ini Biang Kerok Harga Obat Mahal di Indonesia, BPOM Temukan Ada 4 Faktor Penyebabnya
Taruna Ikrar sebut saat ini BPOM sedang fokus berupaya agar harga obat di dalam negeri (Indonesia) menjadi lebih terjangkau alias tidak mahal.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Penyebab mahalnya harga obat di Indonesia akhirnya ditemukan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar.
Sesuai amanah dari Presiden Joko Widodo saat dilantik, Taruna Ikrar diminta untuk mencari biang kerok yang membuat harga obat di Indonesia lebih mahal ketimbang di luar negeri.
Dari hasil kerja selama sekira sebulan pasca dilantik sebagai kepala BPOM, Taruna Ikrar menyebut ada empat yang ternyata menjadi penyebabnya.
Baca juga: Pabrik Mie yang Berdiri Sejak 1990 Digerebek BPOMĀ Semarang, Produknya Ternyata Mengandung FormalinĀ
Baca juga: BPOM Imbau Daging Kurban Tidak Dibungkus Kresek tapi Besek, Ini Alasannya
Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengungkap empat faktor yang menyebabkan harga obat di Indonesia mahal.
Penanganan harga obat mahal ini menjadi salah satu fokus utama Taruna Ikrar sejak dilantik menjadi Kepala BPOM pada 19 Agustus 2024.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyampaikan kepada Taruna Ikrar bahwa harga obat di Indonesia bisa lebih mahal 400 persen dibanding di luar negeri.
Menanggapi laporan tersebut, Taruna Ikrar pun mengumpulkan jajarannya, mulai dari deputi hingga sekretaris untuk membahas temuan tersebut.
"Kami juga mengundang perusahaan farmasi."
"Ada gabungan industri farmasi, kami undang ke BPOM untuk melihat titik masalahnya," kata Taruna Ikrar seperti dilansir dari Tribunnews.com, Sabtu (28/9/2024).
Dari situ, pihaknya menemukan empat faktor yang membuat harga obat di Indonesia mahal.
"Kami bicara harga obat ini tidak semua jenis obat."
"Ada juga yang murah sebetulnya, tetapi obat-obat yang esensial, yang spesifik itu mahal," jelas Taruna Ikrar.
Faktor pertama, dia mengatakan, obat-obat seperti obat penurun trigliserida, obat yang berhubungan dengan insulin, obat untuk diabetes, kemudian sebagian obat-obat yang berhubungan dengan kardiovaskuler, itu mahal karena bahan bakunya mayoritas berasal dari impor.
Mahalnya harga obat ini karena 94 persen bahan bakunya masih berasal dari impor.
Meski obatnya diproduksi di Indonesia, harganya tetap mahal karena biaya bahan bakunya yang tinggi.
Baca juga: BPOM Upayakan TPPU Ungkap Orang Berpengaruh Terkait Pabrik Pil Koplo di Semarang
Baca juga: Petugas BPOM Ketakutan, Ada Intervensi Orang Berpengaruh di Pengungkapan Pabrik Pil Koplo Semarang
Jakarta
harga obat
Penyebab Mahalnya Harga Obat
BPOM
kesehatan
Taruna Ikrar
perusahaan farmasi
Daftar Perusahaan Obat Indonesia
Sosok Ahmad Sahroni Dirotasi Jadi Anggota Komisi I DPR RI, Gegara Ucapan 'Orang Tolol Sedunia'? |
![]() |
---|
BREAKING NEWS, Rusdi Massse Gantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI |
![]() |
---|
Kanwil Kemenham Jateng dan Kanwil Kemenkum DIY Tandatangani Perjanjian Bersama Pemanfaatan BMN |
![]() |
---|
Viral Rekaman Ribuan Ojol Turun ke Jalanan Hari Ini, Antarkan Affan ke Peristirahatan Terakhir |
![]() |
---|
Tingkah Polah Ahmad Sahroni Sentil Media Disorot Warganet, Unggah Ini Saat Rakyat Demo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.