Berita Viral
Curhat Pilu Penyiar RRI Ternate, "Anak Saya Dapat Makan Siang Gratis, Tapi Saya di-PHK"
"Anak saya dapat makan siang gratis tapi saya di-PHK" sepenggal kalimat itu viral setelah seorang penyiar RRI curhat karena telah di PHK.
TRIBUNJATENG.COM - "Anak saya dapat makan siang gratis tapi saya di-PHK" sepenggal kalimat itu viral setelah seorang penyiar RRI curhat karena telah di PHK.
Ia menyoroti program Makan Bergizi Gratis presiden Prabowo yang memberikan dampak positif dan negatif.
Salah satu dampak negatifnya adalah pengurangan tenaga honorer di lembaga pemerintahan.
Pasalnya akibat kebijakan itu disebut-sebut menyebabkan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pegawai honorer di lembaga pemerintahan.
Baca juga: Di Tengah Isu Efisiensi Anggaran, Siaran Pro 4 RRI Semarang Tetap Bisa Didengarkan
Baca juga: PHK Ancam Karyawan Hotel di Solo, Okupansi Merosot 50 Persen Imbas Efisiensi Anggaran Pemerintahan
Seperti halnya yang dialami pegawai di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI).
Baru-baru ini video momen seorang penyiar RRI curhat sambil menangis soal kebijakan tersebut.
Video penyiar RRI itu viral dibagikan akun Instagram @aiinizza dan beredar di media sosial.
Dalam unggahannya, penyiar RRI mengaku menjadi pegawai yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran tersebut.
Ia mengaku memahami tujuan dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dan Prabowo Subianto tersebut.
Namun ia juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut.
Terutama dampak terhadap keluarga yang kehilangan sumber pendapatan karena PHK dampak dari efisiensi anggaran tersebut.
Ia juga menyinggung kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dinikmati anak-anak.
Penyiar RRI Pro 2 Ternate itu memahami bahwa hal itu dilakukan pemerintah untuk menunjang program-program Presiden Prabowo yang sedang berjalan.
“Bapak, kita tahu bahwa efisiensi anggaran yang bapak lakukan saat ini, yaitu untuk menunjang agar program-program bapak bisa berjalan dengan baik. Seperti makan gratis untuk anak-anak,” ujarnya, dikutip, Rabu, 12 Februari 2025.
Namun, ia juga berharap agar Presiden Prabowo dan pemerintah berpikir soal dampak buruknya.
| Viral Pengendara Pajero B 4 ZEN Arogan Ngaku Polwan Terobos Penutupan Jalan Nyaris Tabrak Petugas |
|
|---|
| Ini Alasan Camat Tembalang Semarang Enggan Tandatangani Berkas Warga, Ada Data yang Berbeda |
|
|---|
| Viral Camat Tembalang Semarang Ogah Tanda Tangani Berkas Warga, Kini Minta Maaf |
|
|---|
| Sudah Tiga Bulan Resahkan Warga Karanganyar, Teror Pria Telanjang di Gondangrejo Belum Terpecahkan |
|
|---|
| Gadis Viral “Lomba Komentar Rasis” Ngaku Anak Polisi Jadi Tersangka, Tapi Belum Ditahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PHK-Tangkapan-layar-seorang-penyiar-pegawai.jpg)