Berita Semarang
Dalam 30 Hari, IPAL Wajib Dibangun atau Izin Dicabut: Ultimatum DLH Usai Ribuan Ikan Mati di Terboyo
Kasus ribuan ikan yang mati mendadak di kawasan Tambak di Kelurahan Terboyo Kulon, Genuk, Kota Semarang.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, sudah ada laporan dari DLH terkait dugaan pencermaan limbah di Tambak Terboyo yang menyebabkan ribuan ikan di tambak mati.
Dia meminta DLH terus melakukan monitoring agar perusahaan di kawasan industri mengolah limbah sesuai dengan mutu dan pengolahan lingkungan.
"Perusahaan harus sesuai dengan pengelolaan lingkungan yang baik, DLH saya minta terus monitoring dan melakukan investigasi," tandasnya.

Mati Mendadak
Sebelumnya diberitakan Rozikan (54) adalah satu dari beberapa petambak di kawasan Kecamatan Genuk, dia berdiri di sisi tambaknya yang kosong di kawasan Terboyokulon, Semarang.
Sembari menunjuk pada beberapa petak kosong yang seharusnya tambaknya berisi ikan, udang dan kepiting miliknya.
Pada tambak perairan payau yang Rozikan kelola itu tidak ada bandeng, nila, udang, maupun kepiting yang biasanya memenuhi petak-petak tambak miliknya.
Semua mati mendadak. Baru saja kemarin dia membersihkan tambaknya dari ikan-ikan yang terapung membusuk.
Air yang biasanya jernih tampak berminyak, keruh, dan beberapa hari lalu berbau menyengat, seperti bau amis.
“Mulai parah itu tanggal 23 April. Hari itu saja saya rugi 25 juta. Kalau lima tambak, bisa sampai seratus juta,” ujarnya, Rabu (17/5/2025).
Dia membuka galeri ponsel pintarnya, memperlihatkan foto-foto ikan yang terapung tak bernyawa, di air tambak yang keruh dan berminyak.
“Ini buktinya. Bukan ngada-ngada, itu fakta di lapangan” kata Rozikan sambil menyodorkan layar ponselnya.
Menurutnya, pencemaran mulai terasa sekitar seminggu sebelum Lebaran.
Lima petak tambak di blok paling pojok, dekat kawasan Universitas Islam Sultan Agung, menjadi yang pertama terdampak.
Air berubah warna siang tampak hitam, malam coklat pekat seperti air comberan, dan baunya menyengat.
Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 29 Agustus 2025: Sebagian Besar Hujan Ringan |
![]() |
---|
Jejak Gedung Kawasan Kota Lama Semarang yang Terbakar, Bagian dari the Big Five di Awal Abad 20 |
![]() |
---|
Jurnalis FC Gandeng SSB Emerald Semarang di HUT ke-3, Satukan Kebersamaan di Lapangan Hijau |
![]() |
---|
Harga Beras Medium di Semarang Tembus Rp15 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Percontohan Nasional, Koperasi Merah Putih Gedawang Tembus Omzet Rp 69 Juta dalam 1,5 Bulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.