Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dalam 30 Hari, IPAL Wajib Dibangun atau Izin Dicabut: Ultimatum DLH Usai Ribuan Ikan Mati di Terboyo

Kasus ribuan ikan yang mati mendadak di kawasan Tambak di Kelurahan Terboyo Kulon, Genuk, Kota Semarang.

Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin
PERIKSA PERUSAHAAN - Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti mengatakan, DLH melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan di kawasan Terboyo buntut matinya ribuan ikan di Terboyo. 

Dia menjelaskan, tambak-tambak tersebut memiliki luasan bervariasi mulai dari 1 hingga 5 hektare per petak.

KNTI menerima laporan dari para petambak pada 5 Mei 2025. Sehari setelahnya, pihaknya langsung melakukan asesmen ke lapangan. 

“Kami turun tanggal 6 Mei, dan memang terlihat jelas ada puluhan ton ikan mati. Air tambak tampak tercemar, warnanya berubah dan mengandung minyak,” ujarnya.

Baca juga: Misteri Kematian 10 Ton Ikan dan Udang di Tambak Milik Warga Semarang, Diduga Tercemar Limbah

Dari hasil temuan awal, pencemaran diduga berasal dari salah satu perusahaan di kawasan Terboyo.

“Ada kandungan minyak dalam air tambak. Diduga berasal dari perusahaan pengolahan minyak sawit di sekitar sana,” imbuhnya.

KNTI berharap pemerintah segera bertindak. Selain memastikan penanganan dampak dan kerugian petambak, juga untuk mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.

Jaga Kelestarian Lingkungan

Terpisah, Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penanaman bibit 1.000 bibit pohon buah dan 3.000 benih ikan tombro di kawasan Telaga Madirda Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar pada Selasa (13/5/2025) sore.

Acara tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto dan Adhe Eliana serta jajaran Forkopimda dan dinas terkait.

Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan, kegiatan ini bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata lingkungan di wilayah hulu.

Penanaman pohon buah seperti alpukat, durian dan lainnya ini merupakan upaya transformasi dari tanaman akar menjadi tanaman yang dapat menyerap air.

"Kegiatan ini perlu terus di-scale up dengan dukungan dari salah satunya Nusantara Power, untuk transformasi tanaman-tanaman akar menjadi tanaman-tanaman berkayu yang mampu melakukan serapan yang cukup besar," katanya usai penanaman pohon, Selasa sore.

Sementara penebaran benih ikan tombro dilakukan guna menjaga ekosistem air.

Dalam kesempatan itu Hanif menitipkan pesan kepada pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan seperti permasalahan sampah.

"Kami sudah menerima laporan mengenai pengelolaan sampah di Karanganyar. Kami titip agar penanganannya dimaksimalkan," terangnya.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto menyambut baik arahan dan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kami bersama pemerintah Desa Berjo siap mendukung penuh dan menjaga kelestarian program ini. Ini bukan hanya untuk Karanganyar, tapi untuk lingkungan yang lebih luas," ungkapnya. (eyf/rad/ais)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved