Berita Purbalingga
Bupati Purbalingga Dorong SDM Unggul dan Percepatan Koperasi Merah Putih dalam Musrenbang RPJMPD
Bupati Fahmi menyampaikan pentingnya tranformasi SDM, efisiensi fiskal, ketahanan pangan, hingga sinergi antarwilayah sebagai pondasi pembangunan.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan pentingnya tranformasi SDM, efisiensi fiskal, ketahanan pangan, hingga sinergi antarwilayah sebagai pondasi pembangunan ke depan.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Lembang Jangka Menengah Daerah (RPJMPD) 2025-2029, di Pendopo Dipokusumo, Kamis (15/5/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menegaskan bahwa RPJMPD kali ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi rill darah, termasuk keterbatasan fiskal, tentang geografis, hingga peluas panus demografi yang akan dimiliki Purbalingga dalam lima tahun ke depan.
Baca juga: Waspada Aksi Premanisme, Satbinmas Polres Purbalingga Gelar Penyuluhan di Pasar Rakyat Bukateja
"SDM kita itu ulet, teliti, tekun dan nggak neko-neko. Ini adalah potensi yang bisa kita optimalkan. Ini juga menjadi alasan kenapa industri seperti bulu mata palsu, rambut palsu, garmen hingga pengrajin logam bisa tumbuh kuat di Purbalingga," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com, Jumat (16/5/2025).
Perlu ada konsistensi peningkatan kualitas daya saing SDM, agar bonus demografi tidak menjadi beban di masa depan. Tetapi sebaliknya, dapat menjadi potensi yang mendukung arah pembangunan di Purbalingga.
Dalam kesempatan ini, Bupati Fahmi juga menyinggung terkait percepatan realisasi Progam Koperasi Merah Putih yang menjadi progam prioritas nasional.
Ia menyoroti, dari 224 desa, baru 138 desa yang sudah menyelesaikan musdes untuk pembentukan koperasi.
"Masih ada 86 desa yang belum menyampaikan jadwal pelaksanaan. Saya minta camat dan dinas terkait segera kawal pembentukan Koperasi Merah Putih. Jangan tunda-tunda lagi," tegasnya.
Sekda Purbalingga, Herni Sulasti juga menyebut, bonus demografi usia produktif (15-64 tahun) yang akan terjadi di Kabupaten Purbalingga lima tahun kedepan dapat memberikan peluang ketersediaan tenaga kerja yang melimpah. Hal ini, lanjutnya, tentu menjadi salah satu pertanda perekonomian dalam keadaan berkembang.
"Modal dasar kedua, kita memiliki lima produk unggulan daerah yang harus kita kelola dan optimalkan dengan baik. Yakni objek wisata, sapu glagah, gula kelapa, ikan hias dan knalpot," katanya.
Kegiatan Musrenbang RPJMD 2025 diisi dengan penyampaian pokok pikiran DPRD oleh Wakil Ketua DPRD Purbalingga, penyampaian arah pembangunan Provinsi Jateng 2025-2029 oleh Perwakilan Bappeda Provinsi Jateng, pemaparan materi dari Kepala BPS Purbalingga, dan materi dari narasumber eksternal Dr Herry Nugraha SSi MM MPP dengan tema “ Strategi dan Inovasi Pemerintah Daerah Menghadapi Era Teknologi Digital dan Generasi Z”, dan di tutup dengan diskusi dan masukan dari peserta Musrenbang RPJMD. (*)
Baca juga: 49 Rumah di Panican Purbalingga Dampak Banjir Akibat Hujan Lebat dan Jebolnya Saluran Irigasi
Petani di Purbalingga Tolak Pengembangan Sumber Mata Air Limpak Dau oleh PDAM Purbalingga |
![]() |
---|
Viral Jalan Aspal Senilai Rp 160 Juta di Purbalingga Ditumbuhi Rumput, Ternyata Dana Aspirasi Dewan |
![]() |
---|
Dinkes Purbalingga Jamin Anak Bebas Cacingan: Rutin Beri Obat Gratis dari Kemenkes |
![]() |
---|
Dulu Pasar Bojong Purbalingga Ramai Sekarang Sepi, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Kondisi Psikis Anak Bakar Rumah Gegara Tak Diberi Uang Rp200 Ribu di Purbalingga, Diduga Depresi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.