TRIBUN JATENG HARI INI
Hukam Sebut Komunikasi Terbatas Setelah Pemerintah Iran Matikan Internet
Sebanyak 22 WNI berhasil dievakuasi dari Iran, menyusul eskalasi konflik berdarah pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Melihat drone
Meski berada di tengah situasi konflik, Hukam mengaku tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran langsung serangan.
Ia mengatakan, saat itu kondisi di kampus masih relatif aman.
Namun ia tetap merasakan ketegangan karena beberapa serangan mulai mengarah ke wilayah kota.
Target serangan, menurutnya, lebih banyak menyasar fasilitas pemerintahan seperti kantor pemerintahan daerah, dinas, hingga kementerian.
Ia juga sempat menyaksikan langsung keberadaan drone di langit Teheran.
"Di sana saya melihat drone-drone beroperasi. Pemandangan seperti itu memang terlihat," ujarnya.
Hukam menjelaskan, di Kota Teheran terdapat 10 mahasiswa Indonesia.
Sementara secara keseluruhan, jumlah mahasiswa Indonesia di Iran diperkirakan mencapai sekitar 150 orang.
Namun tidak semua memilih untuk kembali ke Indonesia.
Sebagian masih bertahan untuk melanjutkan studi di sana.
Sementara itu, sekitar 22 orang memutuskan pulang ke Indonesia.
"Mereka berasal dari berbagai kampus dan juga termasuk diaspora Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, pihak KBRI memberikan pilihan kepada warga negara Indonesia di Iran.
Bagi yang ingin pulang dipersilakan mengikuti proses kepulangan, sementara yang memilih tetap tinggal juga tetap mendapat pengawasan serta pemantauan dari pihak kedutaan.
Di tengah situasi konflik, Hukam mengatakan kondisi kebutuhan sehari-hari masyarakat masih relatif aman.
Ketersediaan bahan makanan dan sembako tidak mengalami masalah berarti.
“Hal yang paling terasa justru adalah keterbatasan akses internet yang membuat komunikasi dan informasi menjadi sangat terbatas,” imbuhnya. (Permata Putra Sejati)
| IHSG Potensial Bergerak Terbatas usai Ambruk Lagi Akhir Pekan Lalu |
|
|---|
| OJK bakal Batasi Jumlah Akun Paylater Masyarakat |
|
|---|
| Pertamax pun kini Disubsidi demi Antisipasi Migrasi ke Pertalite |
|
|---|
| Jobfair Disnaker Kota Semarang Penuh Sesak, Didik Susah Cari Kerja dengan Ijazah SMA |
|
|---|
| Petugas Samsat Ungaran Keliling Tempel Stiker Peringatan Kendaraan Menunggak Pajak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Jumat-13-Maret-2026.jpg)