Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON Bela Diri 2025

PON Bela Diri Bakal Digelar Rutin Setiap Dua Tahun Sekali

Ketua KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memastikan PON Bela Diri bakal digelar rutin setiap dua tahun sekali.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
PON BELA DIRI - Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman (kiri) didampingi wakil Ketua Umum KONI Mayjen (Purn) Suwarno saat konferensi pers di Djarum Arena Kaliputu Kudus, Selasa (21/10/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memastikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri akan digelar rutin setiap dua tahun sekali. Hal itu disampaikan Marciano saat konferensi pers di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Selasa (21/10/2025).

Dalam PON Bela Diri yang digelar perdana kali ini di Kudus merupakan upaya pembinaan berkelanjutan bagi cabang olahraga bela diri di Indonesia.

Dengan meriahnya PON Bela Diri kali ini, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi supaya ke depan pergelaran serupa bisa lebih baik lagi.

Baca juga: Suara Hilang Alasan Graciana Tati Gagal Rebut Emas di PON Bela Diri 2025 Cabor Kempo

“Insya Allah PON Bela Diri akan kami gelar setiap dua tahun sekali. Ke depan akan kami evaluasi agar pelaksanaannya lebih baik."

"Ini juga bisa menjadi bagian dari kejuaraan nasional atau babak kualifikasi untuk PON berikutnya,” kata Marciano.

Untuk itu dia berharap dua tahun mendatang, PON Bela Diri yang bakal digelar di Kudus diharapkan bisa lebih meriah dengan partisipasi yang lebih luas. Selain itu juga menularkan prestasi yang lebih unggul.

“Pada PON Bela Diri nanti harapannya Kudus akan kembali berguncang karena prestasi atletnya semakin menjanjikan, partisipasi semakin besar, dan dukungan dari berbagai pihak semakin kuat,” kata Marciano.

Pada PON Bela Diri kali ini, kata Marciano, dia berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu menembus ke ajang internasional, bahkan sampai olimpiade. Sebab dalam ajang internasional semisal SEA Games, 30 persen medali yang diraih Indonesia berasal dari cabang olahraga bela diri.

Untuk itu dengan rutinnya penyelenggaraan PON Bela Diri, dia yakin prestasi dari cabang-cabang bela diri akan turut meningkat.

“Harapannya tidak hanya 30 persen medali di SEA Games, tapi meningkat ke ASIAN Games dan berharap atlet asal Indonesia ini lolos kualifikasi ke olimpiade,” kata dia.

Baca juga: Kempo Jateng dapat pelajaran berharga di PON Bela Diri 2025 Kudus

Kesuksesan dan meriahnya PON Bela Diri di Kudus ini tidak lain karena dukungan dari berbagai pihak. Terutama Djarum Foundation yang berkolaborasi langsung dengan KONI Pusat dalam penyelenggaraan PON Bela Diri

Tidak hanya itu, kesuksesan PON Bela Diri ini juga ada keterlibatan media dalam memperkenalkan atlet-atlet daerah yang sebelumnya tidak banyak dikenal publik.

“Berita tentang PON Bela Diri mudah diakses, dan kami bisa mengenal atlet karena prestasinya. Ini sangat membantu dalam membangun motivasi atlet lainnya,” kata dia.

Kemudian yang tidak kalah penting dalam PON Bela Diri Kudus kali ini sambutan positif masyarakat Kudus lengkap dengan keramahannya.

Untuk itu kedatangan atlet di Kudus ini diharapkan tidak sekadar untuk bertanding, melainkan juga ikut serta mengenal budaya kudus sembari menikmati keindahan Kota Kudus.

“Selain bertanding, para atlet bisa mengenal masyarakat Kudus dan mencicipi kulinernya misalnya soto Kudus dan bisa berziarah ke Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria. Dari sini bisa menambah kesan positif dalam pelaksanaan even olahraga nasional,” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved