Berita Kesehatan
Cuaca Tak Menentu Picu Flu Berat, Ini Beda Superflu dan COVID-19
Istilah “superflu” belakangan ramai terdengar seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan anomali cuaca
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Istilah “superflu” belakangan ramai terdengar seiring meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan anomali cuaca utamanya di Semarang.
Menyikapi hal itu, IDI Kota Semarang meminta masyarakat agar tidak panik.
Dokter menegaskan, superflu bukanlah penyakit baru, melainkan istilah awam untuk menggambarkan influenza dengan gejala yang terasa lebih berat.
Baca juga: Apa Itu "Super Flu" dari Negeri Paman Sam: Mengapa Warga Jawa Tengah Tidak Boleh Lengah?
• 15 Kader PKK Kudus Jadi Napos Ikuti Pelatihan Pendamping Orang Sakit: Hubungi 088806500777, Gaji UMK
• Berita Duka, Dwi Prasetya Meninggal Dunia
• Awal Manis Wijayakusuma FC Arungi Liga 4 Jateng 2026, Tumbangkan ISP Purworejo 3-0
Fenomena ini umumnya berkaitan dengan dominasi virus Influenza A, khususnya subtipe H3N2, yang dikenal mudah menular dan dapat menimbulkan keluhan lebih berat pada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.
“Istilah superflu sering menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Yang perlu dipahami, ini bukan penyakit baru, melainkan influenza yang gejalanya terasa lebih berat, terutama pada kelompok rentan,” ujar Sekretaris 1 IDI Kota Semarang dr Prihatin Iman Nugroho M.Kes Sp.P, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, berat-ringannya gejala influenza sangat dipengaruhi kondisi daya tahan tubuh masing-masing pasien, bukan karena adanya kombinasi beberapa virus.
Senada dengan itu, dr Avissena Dutha Pratama Sp.P FISR menyebutkan, superflu bukan istilah medis.
Secara ilmiah, infeksi tersebut tetap disebabkan oleh satu strain virus influenza, terutama Influenza A.
“Gejala yang muncul bisa berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, batuk, pilek, hingga rasa lemas. Pada individu dengan komorbid, keluhannya bisa terasa jauh lebih berat,” jelasnya.
Meski demikian, pada sebagian besar kasus, durasi influenza relatif singkat, sekitar lima hingga tujuh hari, apabila ditangani dengan baik.
Beda dengan COVID-19
Meskipun sama-sama menyerang saluran pernapasan, influenza dan COVID-19 memiliki perbedaan klinis yang penting.
Influenza umumnya memiliki awitan gejala yang mendadak dengan durasi penyakit lebih singkat.
Sementara itu, COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 cenderung memiliki awitan lebih bertahap, durasi lebih panjang, bahkan bisa lebih dari 14 hari, serta berisiko menimbulkan komplikasi sistemik.
“Secara klinis, COVID-19 masih memiliki potensi keparahan dan komplikasi yang lebih luas dibandingkan influenza. Karena itu, keduanya tidak bisa dibedakan hanya dari gejala,” ungkap dr Prihatin.
| Tips Merawat Mata Pakai Bahan Alami, Supaya Penglihatan Tajam Hingga Hari Tua |
|
|---|
| Studi Terbaru: Instagram dan TikTok Picu Gangguan Mental, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| 5 Cara Cepat Atasi Perut Perih Setelah Makan Pedas, Ini Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tak Perlu Lari Lama, Angkat Beban Ternyata Lebih Ampuh Cegah Diabetes |
|
|---|
| Bukan Hanya Penyakit Lansia, Kenali Risiko Kanker Payudara yang Kini Incar Usia Muda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260105_Hujan-di-Semarang.jpg)