Pernikahan Dini
Ada 320 Pernikahan Dini di Wonosobo Pada Tahun 2025, Hamil Duluan Jadi Penyebab
Ada 320 pernikahan dini di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah selama tahun 2025.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rival al manaf
Selain kehamilan, ada pula kekhawatiran orang tua bahwa hubungan anak-anak mereka bisa kebablasan.
“Orang sudah kadung ke sana ke sini kan takut terjadi hal-hal yang melanggar agama,” ujarnya.
Dorongan dari orang tua menjadi faktor penting, meski tidak jarang keputusan menikah datang dari keinginan pasangan itu sendiri.
“Pengaruh orang tua juga ada,” tambah Arifin.
Berbeda dengan beberapa tahun lalu, proses pengajuan dispensasi kawin kini tidak bisa dilakukan secara sederhana.
Pemohon wajib melalui rekomendasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan menjalani konseling.
Namun, rekomendasi dari Puspaga tidak selalu berujung persetujuan.
“Kadang-kadang kalau dari Puspaga tidak merekomendasikan, berarti itu wilayah hakim yang mempertimbangkan untuk mengabulkan,” jelas Arifin.
Hakim akan menilai berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental, kondisi psikologis, hingga dampak jangka panjang pernikahan dini terhadap masa depan anak.
Meningkatnya angka dispensasi kawin ini, ia menduga, salah satu penyebabnya adalah pertambahan jumlah penduduk, termasuk kelompok usia remaja.
Di sisi lain, pemerintah sebenarnya menargetkan penurunan angka pernikahan dini melalui berbagai program edukasi dan pencegahan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah.
Pengadilan Agama Wonosobo bersama Pemerintah Kabupaten pernah menggelar kegiatan sosialisasi, yang melibatkan Dinas PPKBPPPA serta perwakilan desa.
“Pernah dilakukan di sini dari Dinas PPKBPPPA, mengundang dari desa juga,” kata Arifin.
Namun, hasilnya belum sepenuhnya mampu menekan laju pengajuan dispensasi kawin, terutama di kalangan remaja.
| Dua Sejoli Pelajar SMP Menikah di KUA Tanpa Tragedi Hamil Duluan, Ibu: Lega Tapi Khawatir |
|
|---|
| Pernikahan 2 Pelajar SMP, Lelaki Kelas 7 akan Nikahi Perempuan Kelas 9 di Satu Sekolahan |
|
|---|
| Prihatin Pernikahan Dini, Bupati Semarang Ibaratkan Anak-anak Seperti Daun Muda |
|
|---|
| Duh, Ratusan Pasangan Nikah di Kabupaten Semarang Usianya di Bawah 17 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/viral-pernikahan-dini-bocah-sd-dan-smp-di-kalimantan.jpg)