Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN UIN Saizu Edukasi Warga Desa Karangpetir

Mahasiswa KKN UIN Saizu edukasi pencegahan stunting di Desa Karangpetir melalui sosialisasi gizi, pola asuh, dan kesehatan ibu-anak sejak dini.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Mahasiswa KKN UIN Saizu edukasi pencegahan stunting di Desa Karangpetir melalui sosialisasi gizi, pola asuh, dan kesehatan ibu-anak sejak dini. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Angkatan 57 Kelompok 05 menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Desa Karangpetir, Kabupaten Purbalingga, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan berlangsung di Pendopo Desa Karangpetir.

Sosialisasi tersebut diikuti perangkat desa, kader kesehatan, Ketua PKK, serta masyarakat setempat.

Sosialisasi stunting ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. 

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Kepala Desa Karangpetir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang mengangkat isu kesehatan ibu dan anak sebagai program kerja prioritas.

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang tepat,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Diana dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan definisi stunting, faktor penyebab, dampak jangka pendek dan panjang, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak usia balita.

Menurut Diana, pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu.

“Upaya pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memastikan ibu hamil rutin memeriksakan kandungan dan anak mendapatkan asupan gizi seimbang sesuai usianya,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber.

Sejumlah warga mengajukan pertanyaan terkait pola makan anak, cara mengatasi anak yang sulit makan, serta alternatif bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved