UIN Walisongo Semarang
ITJEN Kemenag Bagikan Strategi Kelola Anggaran dan Optimalisasi Aset Kampus di UIN Walisongo
Inspektur III ITJEN Kemenag, Dr. Syafi’i, M.Ag., membagikan strategi penguatan anggaran pada sesi ketiga Sekolah Manajemen BLU
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Inspektur III ITJEN Kemenag, Dr. Syafi’i, M.Ag., membagikan strategi penguatan anggaran pada sesi ketiga Sekolah Manajemen BLU UIN Walisongo.
Langkah ini diambil untuk memastikan aset negara dikelola secara maksimal agar kampus bisa bekerja lebih maksimal dan transparan.
Acara yang digelar di Ruang Teater Gedung Rektorat pada Selasa (12/05/2026) ini menghadirkan Dr. Syafi’i, M.Ag. sebagai narasumber.
Sesi diskusi kali ini dipandu oleh moderator Dr. Ratno Agriyanto (Kepala SPI) membahas bagaimana peran Inspektorat Jenderal (Itjen) dalam mengawal kampus-kampus yang sudah berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Dalam paparannya, Syafi’i menegaskan bahwa paradigma lama auditor sebagai “watchdog” atau anjing penjaga yang hanya sibuk mencari kesalahan orang lain sudah harus ditinggalkan.
Sekarang, Itjen Kemenag lebih berperan sebagai pendamping yang memberikan peringatan dini jika ada sesuatu yang kurang pas, sekaligus memberikan saran perbaikan yang nyata.
Transformasi ini sangat penting agar setiap satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk UIN Walisongo mendapatkan dukungan untuk mencapai target kinerjanya masing-masing.
“Audit bukan hanya mencari kesalahan, beranjak dari sekadar mencari kesalahan seperti watchdog, digeser menjadi pendorong satuan kerja untuk meningkatkan performa kinerja yang lebih baik,”.
Pergeseran peran ini mencakup tiga fungsi utama yang dijalankan oleh Itjen, yaitu early warning, consulting, dan assurance.
Melalui early warning, auditor memberikan peringatan dini atas risiko yang mungkin menghambat tujuan organisasi.
Sementara itu, fungsi consulting bertujuan memberikan nilai tambah melalui saran perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, sedangkan assurance memberikan keyakinan memadai bahwa organisasi berjalan sesuai aturan dan efisien.
Namun, Syafi’i juga mengingatkan bahwa fleksibilitas ini terutama pada satuan kerja BLU bukan berarti boleh bebas melanggar aturan demi mengejar target.
“Perlu digarisbawahi, ini bukan mendorong untuk melanggar peraturan, tapi untuk meningkatkan kinerja,” tambahnya dengan tegas.
Fokus pada Akuntabilitas Anggaran dan Aset Kampus
Bagi kampus yang berstatus BLU, pengawasan keuangan menjadi sangat penting, karena adanya fleksibilitas dalam pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
| FISIP UIN Walisongo Perkuat Komitmen Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus |
|
|---|
| Transparansi dan Akuntabilitas Pendidikan: Wakil Ketua KPK Soroti Titik Rawan Korupsi di Kampus |
|
|---|
| MA NU Al Hidayah Kudus Kunjungi UIN Walisongo Semarang, Kenalkan Dunia Kampus kepada Siswa |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola Universitas, UIN Walisongo Gelar Sekolah Manajemen BLU dan Terima Opini WTP |
|
|---|
| Tim Pena Walisongo Raih Medali Silver pada Festival Esai Mahasiswa Indonesia FEMI 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260517_uinws977667899.jpg)