Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelajar Semarang Tewas Ditembak

Terungkap Eks Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar Pernah Berusaha Suap Keluarga Gamma

Kasus dugaan extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum kembali menyeret sejumlah anggota kepolisian di Jawa Tengah.

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
AKSI PENOLAKAN - Seorang demonstran saat Aksi Kamisan menempelkan kertas yang memprotes kasus kematian Gamma pada dinding Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (6/3/2025). 

Andy sendiri mengaku, lebih berhati-hati sejak kasus anaknya mulai viral di media sosial.

Di tengah kondisi batin yang hancur akibat kehilangan anaknya, ia berusaha untuk tetap hidup agar memastikan kasus anaknya bisa tuntas.

“Kalau ditanya takut yan tentu ada ketakutan. Namun, semua dikembalikan ke Allah, hidup mati merupakan ketentuan Tuhan,” ujarnya.

Tidak hanya ada tindakan intimidasi, keluarga juga hendak disuap oleh kepolisian.

Anggota Keluarga Gamma, Nursalam mengaku, keluarga Gamma mendapatkan dua amplop besar yang diberikan oleh polisi agar kasus kematian Gamma tidak masuk ke ranah hukum.

Uang itu juga tidak diberikan oleh orang sembarangan melainkan secara langsung oleh Kapolrestabes Semarang kala itu, Komisaris Besar Irwan Anwar dan Kanit Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Michael Akmal Kayom.

Ia tidak mengetahui jumlah uang itu karena keluarga memilih tidak menerimanya sehingga tak membuka amplop tebal tersebut.

Sebaliknya uang itu telah dikembalikan kepada Maemunah, staf Satreskrim Polrestabes Semarang di perumahan Paramount Village Simongan Semarang pada Jumat, 29 November 2025.

Alasan keluarga memilih mengembalikan uang itu karena selepas memberikan uang, polisi meminta keluarga membuat konten video dengan narasi mengikhlaskan kejadian tersebut.

“Pemberian uang  diberikan dengan waktu berbeda selang satu hari setelah penembakan yakni pada 25 November 2024, siang hari,  Michael datang bersama tiga orang anggota Polrestabes Semarang.

Lalu pada malam harinya Kombes Irwan datang bersama wartawan CNN dan beberapa orang polisi lainnya,” kata Nursalam.

Belakangan, Mantan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar enggan memberikan tanggapan terkait tudingan keluarga Gamma tersebut.

Perwira tinggi yang kini menjabat Kalemkonprofpol Waketbidkernadiansmas Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri itu meminta tudingan tersebut agar dikonfirmasi ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng Kombes Pol Artanto atau ke Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andika Dharma Sena.  

"Tanya ke Kabid Humas atau ke Andika yang menangani kasus tersebut," ujarnya melalui pesan whatsApp, Minggu (21/9/2025) pagi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Artanto membantah soal adanya praktik suap dan intimidasi yang dilakukan anggotanya manakala terlibat kasus.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved