Semarang
Cara Polisi Gunakan Selidiki Kasus WNA Cina Bobol Pabrik di Semarang, Bahasa Jadi Kendala
Polisi menyewa translator untuk melakukan penyelidikan kasus pencurian bermodus bobol brangkas.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polisi menyewa translator untuk melakukan penyelidikan kasus pencurian bermodus bobol brangkas.
Penggunaan translator ini karena terduga pelaku merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang tidak fasih berbahasa Inggris dan Indonesia.
"Iya kami tangkap empat WNA asal Cina dalam kasus dugaan pencurian, mereka tidak bisa bahasa Inggris dan Indonesia sehingga kami sewa translator bersertifikasi untuk melakukan penyelidikan," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena kepada Tribun, Kamis (6/11/2025).
Menurut Andika, empat warga Cina ini diduga melakukan aksi kejahatan pencurian dengan melakukan pembobolan ke sejumlah pabrik di Kota Semarang dan daerah lainnya. Spesialisasi mereka adalah pembobol brangkas.
Baca juga: Polisi Tangkap 4 Maling Asal Cina, Bobol Pabrik di Semarang, Gasak Uang Miliaran Rupiah
"Kami masih perlu mendalami kelompok ini terutama masing-masing perannya melalui penyelidikan dibantu penerjemah," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya sedang berkoordinasi dengan kantor Imigrasi setempat. "Mereka datang ke sini (Indonesia) pakai paspor tetapi kepastiannya sedang kami koordinasikan dengan imigrasi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap komplotan maling yang beranggotakan empat warga asing asal Cina.
Warga Negara Asing (WNA) itu melakukan pencurian di sejumlah pabrik di Kota Semarang, Ungaran, dan Klaten dengan spesialisasi pembobol brangkas.
"Iya betul, kami tangkap 4 WNA asal Cina yang melakukan kejahatan berupa pembobolan brangkas yang salah satunya dilakukan di sebuah pabrik di Kota Semarang," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena kepada Tribun, Kamis (6/11/2025).
Komplotan maling asal Cina ini masuk Indonesia pada Kamis 23 Oktober 2025 dengan paspor resmi.
Selepas tiba di Indonesia, mereka mulai bergerak ke Kota Semarang untuk mencari target perusahaan di sejumlah kawasan industri di Kota Semarang , Sabtu 25 Oktober 2025.
Selama empat hari survei lokasi dan mempersiapkan sejumlah peralatan, mereka kemudian beraksi dengan sasaran sebuah pabrik di kawasan Candi Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu 29 Oktober 2025 malam.
Setiap anggota kelompok memiliki tugas masing-masing dengan skema tiga tersangka masuk secara sembunyi-sembunyi sedangkan satu orang lainnya bertugas mengamati situasi dan memberikan sinyal ketika situasi berbahaya.
Mereka masuk ke dalam pabrik dengan cara melewatinya dengan tali.
Mereka sukses pada aksi pertama ini dengan sejumlah uang berhasil digasak dari dalam brangkas.
| Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda |
|
|---|
| Cerita di Balik Tim 'Pemburu Mayat' Semarang: Pernah Kumpulkan Potongan Jenazah |
|
|---|
| Ratusan Hektar Tambak di Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Menurun |
|
|---|
| Pawai Ogoh-Ogoh Bakal Digelar di Semarang, Catat Tanggal dan Rutenya! |
|
|---|
| BRI Sisipkan Edukasi Literasi Keuangan saat Gelar Youth Champions League Semarang 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/WARGA-ASING-Polisi-menangkap-empat-warga-12.jpg)