Breaking News:

Kasus Jual Beli Limbah B3, Walikota Akan Panggil Direksi RSUD Salatiga

Walikota Salatiga Yuliyanto akan memanggil direksi RSUD Kota Salatiga atas pegungkapan kasus limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh Polres

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
ISTIMEWA
Petugas Satreskrim Polres Salatiga membawa barang bukti limbah medis (B3) RSUD Kota Salatiga menuju kantor Kejaksaan Negeri Salatiga, Senin (26/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Walikota Salatiga Yuliyanto akan memanggil direksi RSUD Kota Salatiga atas pegungkapan kasus limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh Polres Salatiga yang berkas hasil penyidikan beserta tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Salatiga, Senin (26/8/2019) kemarin.

Walikota Salatiga Yuliyanto saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi Whatshapp mengatakan limbah medis secara peraturan perundang-undangan limbah medis tidak boleh diperjualbelikan secara umum karena termasuk limbah B3.

“Kalau sampai diperjualbelikan begitu berarti melanggar peraturan.

Atas kejadian itu nanti saya akan panggil dan memintai keterangan direksi RSUD Salatiga agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/8/2019)

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga Siti Zuraidah mengungkapkan pembuangan limbah medis baik pada rumah sakit maupun Puskesmas sudah ada prosedur yang mengatur.

Menurutnya, pemilahan antara limbah medis baik cair dan B3, sehingga apabila ada pihak-pihak sampai memperjualbelikan adalah oknum.

Gebyar PAUD Kabupaten Karanganyar Diikuti 306 Anak, Bupati Ikut Nyanyikan Lagu Kasih Ibu

Peringati HUT Bhayangkari ke 67, AKBP Rondhijah Ajak Anggota Anjangsana ke Purnawirawan

HIMKI Ingin Pemerintah Bantu Program Restrukturisasi Mesin Industri Mebel

Sapto Diburu Polisi Sejak Februari 2019, Akhirnya Ditangkap Anggota Satresnarkoba Polres Purworejo

“Saya meminta direktur RSUD Kota Salatiga memonitor serta mengevaluasi semua prosedur ataupun kegiatan termasuk pembuangan limbah,” katanya

Ia menambahkan, seluruh direksi terkait dengan pengawasan serta pengelolaan limbah diharapkan secara periodik atau incidental melakukan inspeksi mendadak.

Apabila fungsi kontrol kurang dikhawatirkan terjadi pembiaran atas sesuatu yang sudah keliru dan akan turut berdampak buruk terhadap kesehatan.

“Karena sudah ditangani pihak berwenang saya hanya meminta sebagai langkah antisipasi supaya dilakukan pengawasan melekat oleh atasan langsung,” ujarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved