Breaking News:

Berita Regional

Akhirnya Terbongkar, Ini Alasan Utama Rahmat dan Rony Lakukan Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Buggi, dua oknum polisi penyiram air keras Novel Baswedan didakwa melakukan penganiayaan berat terencana.

(Bidik layar akun Youtube PN Jakarta Utara)
Sidang penyiram air keras Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020) 

Sementara untuk korban, Novel digantikan oleh pemeran pengganti.

Haris Azhar meragukan 2 pelaku yang ditangkap polisi.

 Direktur Lokataru, Haris Azhar menyebut kasus yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan seperti kasus Munir.

Hal itu diungkap Haris Azhar di acar Talkshow TVOne, Sabtu (29/12/12/).

Haris Azhar mengomentari penangkapan 2 pelaku penyerang Novel Baswedan.

Menurutnya, dengan temuan ini masyarakat seolah-olah hanya untuk membuktikan bahwa pernyataan Politikus PDIP Dewi Tanjung tidak benar.

"Pertama banyak ramai di sosial media, seolah-olah kayak melihat hanya untuk membantah Dewi Tanjung," ujarnya.

"Saya justru meragukan 2 orang tersebut apakah mereka pelaku, pertama tim pakar menyebut bahwa pelaku ini bukan 2 orang yang diperiksa," ujarnya.

Haris Azhar lalu menyebut bahwa wajah 2 pelaku ini sanbgat berbeda dengan sketsa-sketsa pelaku sebelum ditangkap.

"Dari sketsa tidak ada rujukan dari kesaksian dan info-info yang didapat," ujarnya.

Menurut Haris Azhar, justru dengan kemunculan 2 tersangka ini justru mengaburkan kasus Novel Baswedan sehingga ia menilai kasus ini tidak akan pernah selesai.

"Justru dengan kemunculan 2 tersangka ini justru mengaburkan kasus Novel Baswedan. itu sendiri, saya menilai kasus ini tidak pernah terungkap," ujarnya.

Haris Azhar meragukan alasan pelaku yang mengaku memiliki dendam pribadi.

"Terlebih pelaku mengaku punya dendam pribadi, Novel dianggap pengkhianat, pengkhianat yang seperti apa? apa Novel punya komitmen dengan 2 pelaku ini?" ujarnya.

Haris Azhar lalu meragukan kinerja tim pencari fakta untuk mengusut kasus Novel Baswedan.

"Soal sketsa yang dibilang nggak mirip, padahal sketsanya dikerjakan berminggu-minggu dan diambil dari saksi-saksi, sekarang sketsa dengan si pelaku berbeda, berarti tim pencari fakta gak kerja dong selama berminggu-minggu," ujarnya.

Haris Azhar menilai banyak kejanggalan yang terjadi.

Ia meragukan sosok pelaku yang merupakan bagian dari kejahatan.

Terlebih Haris Azhar menyebut selama ini pekerjaan Novel Baswedan adalah memberantas korupsi.

"Jadi menurut saya banyak hal yang janggal, saya meragukan, apakah 2 orang ini memang bagian dari kejahatan, apalagi temuan tim pakar berkaitan dengan kerja Novel, karena kerja Novel memberantas korupsi yang berkaitan dengan musuh bangsa, apakah orang yang bekerja memberantas korupsi dianggap berkhianat?," tanya Haris Azhar.

Haris Azhar menilai ada banyak hal yang seharusnya dilakukan oleh polisi termasuk mengambil cctv yang menjadi bukti penyerangan pelaku kepada Novel Baswedan.

Haris Azhar menyebut banyak temuan tim pakar yang tidak korelatif dengan temuan terbaru.

Lalu, Haris Azhar menyinggung ucapan pelaku yang menyebut Novel Baswedan berkhianat.

Haris Azhar menyebut, sosok Munir dibunuh karena dianggap berkhianat.

"Kasus Munir, dibunuh karena dianggap pengkhianat juga," ucap Haris Azhar.

Haris Azhar menyebut pengujian tidak hanya dilakukan saat di pengadilan, namun ketika saat adanya adegan reka ulang.

"Nah ini kan luas, memang betul nanti lihat aja di pengadilan."

Tapi enggak harus nunggu di pengadilan, biasanya kalau mau nguji praktik pidana itu kita ujinya di reka ulang," kata Haris Azhar.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaksa: Dua Penyiram Air Keras Anggap Novel Baswedan Mengkhianati Polri"

Raffi Ahmad Jual 2 Tas Hermes ke Andre Taulany Rp 300 Juta, Nagita Slavina: Sadar Ga Sih Kalau Rugi?

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 1 Peserta Ijtima Asia Gowa Meninggal, 435 Dikarantina Cegah Corona

Waspada Tim Medis Gadungan Modus Semprot Disinfektan Cegah Corona, Ini Pesan Kapolrestabes Semarang

Makan Malam Berujung Petaka, 1 Keluarga Terinfeksi Virus Corona, Ibu dan 2 Anak Meninggal, 3 Kritis

Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved