Breaking News:

Berita Internasional

Menari Diiringi Lagu Boyband BTS, 3 Tentara Korea Utara Dipenjara Dianggap Sebar Propaganda

Gara-gara menarikan lagu dari boyband Korea Selatan, BTS, tiga orang tentara Korea Utara harus menghadapi akibat serius.

Editor: m nur huda
KOREABOO
BTS wamil 

TRIBUNJATENG.COM - Gara-gara menarikan lagu dari boyband Korea Selatan, BTS, tiga orang tentara Korea Utara harus menghadapi akibat serius.

Kronologinya, pada tanggal 5 Agustus 2020, tiga tentara muda di usia 20an menarikan lagu BTS ketika mereka bepergian selama ekspedisi Tentara Rakyat dan berhenti di Sokhu Station di Provinsi Hamgyoung Selatan.

Selama dalam perjalanan dari Pyongyang ke Hyesandan terjadi pemadaman listrik, "acara hiburan" terjadi, di mana tiga pria dari divisi angkatan udara mulai menari.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Sebut Penyerangan di Solo Berawal dari Hasutan, Total 5 Ditangkap

Sosok Habib Umar Assegaf Korban Pengeroyokan di Solo, Farid: Tapi Bukan Habib yang dari Bangil

Habib Syech Apresiasi Ketegasan Polisi Soal Pengeroyokan di Solo, Imbau Warga Jangan Takut

Sebelum Ledakan di Beirut, Ternyata Ada Kontraktor Amerika Peringatkan Soal Penyimpanan Bahan Kimia

Ketika ada anggota Badan Keamanan Pertahanan, yang menonton kejadian tersebut, memperhatikan ternyata para tentara menari mengikuti alunan lagu "Blood Sweat & Tears" BTS. 

Saat itu, anggota Badan Keamanan Pertahanan segera menyuruh para pemuda itu diseret oleh penjaga keamanan.

Ini karena seorang pekerja propaganda dari Biro Politik Umum dan direktur Biro Keamanan memperhatikan tindakan mereka dan menentukan itu adalah keadaan darurat dan pertanda bahwa tentara berada dalam 'keadaan pikiran yang benar-benar bobrok,"

Ketika diinterogasi tentang insiden tersebut, para tentara bersikeras, mereka tidak sadar kalau itu lagu BTS, dan tarian yang mereka bawakan juga bukan koreografi BTS.

Sayangnya, bagaimanapun, insiden tersebut dapat mengarah pada tinjauan ideologis terhadap seluruh militer Korea Utara.

Beberapa orang tentu saja mempertanyakan bagaimana para personel militer bisa begitu cepat mendeteksi lagu dan tarian tersebut, mengingat "propaganda" semacam itu dari Korea Selatan dilarang untuk ditonton dan didengarkan oleh warga Korea Utara. 

Rupanya, menurut Biro Keamanan Korea Utara, mereka memiliki unit khusus yang menghabiskan setidaknya 3 jam seminggu untuk menonton dan memantau media hiburan, seperti video K-Pop, untuk mengimbangi hal-hal semacam itu.

Pembelot Korea Utara dan joki siaran Han Song Yi berbicara bulan lalu tentang bagaimana BTS, secara diam-diam, populer di Korea Utara.

Fans rupanya menggunakan kata-kata kode, seperti "Bangtan Bag", untuk merujuk ke grup tanpa ketahuan.

Hal ini menyebabkan adanya unit khusus untuk mendeteksi dan menganiaya orang-orang yang mendengarkan boyband Korea Selatan, karena anggota pemerintah Korea Utara melihat K-Pop sebagai propaganda Korea Selatan yang dapat mempengaruhi kepercayaan warganya dengan cara yang tidak diinginkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Gara-gara Lagu BTS, Tiga Tentara Korea Utara Ditahan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved