Breaking News:

Berita Pati

Dua Pelajar SMK Cordova Pati Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan Berbahan Rimpang Dringo

Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova Pati menciptakan karya inovasi berupa pestisida ekonomis dan ramah lingkungan.

TRIBUN JATENG
SISWI BERPRESTASI menciptakan pestisida 

Penulis: Mazka Hauzan Naufal

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova Pati menciptakan karya inovasi berupa pestisida ekonomis dan ramah lingkungan.

Pestisida itu berbahan tanaman rimpang dringo alias jeringau atau yang bernama latin Acorus Calamus L.

Kedua siswa tersebut ialah Abdul Aziz dan Indah Maulidina Trestiani.

Mereka merupakan siswa kelas XI jurusan farmasi.

Baca juga: Olah Tanaman Rimpang, Dua Pelajar SMK di Pati Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan   

Baca juga: Pengurus E-Sports Indonesia 4 Kabupaten Dilantik Bersamaan di Pati

Baca juga: Bayi Laki-laki Ditelantarkan, Polres Pati Buru Orangtua

Hasil inovasi mereka diikutkan dalam ajang Pati Innovation Award 2021 dan masuk dalam finalis 10 besar kategori pelajar atau mahasiswa.

 

Indah mengatakan, ide pembuatan pestisida dari rimpang dringo muncul karena tanaman ini memiliki kandungan beta asaron.

"Beta asaron ini dapat digunakan sebagai insektisida," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (16/3/2021).

Dia menyebut, pembuatan pestisida yang mereka namai Pesticof ini bertujuan mengurangi penggunaan pestisida berbahan kimia. 

Menurut dia, selama ini pestisida yang digunakan di masyarakat luas ialah pestisida berbahan kimia yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

Sementara, ia menegaskan bahwa Pesticof aman terhadap lingkungan serta berharga lebih ekonomis.

"Pesticof efektif digunakan pada hama yang berada di daun, batang, dan buah yang ada di atas tanah," kata Indah.

Baca juga: BPPT Dorong Pelaku UKM Batik di Jateng Manfaatkan Minyak Sawit sebagai Bahan Industri

Baca juga: Pemkab Blora Surati Ganjar untuk Meminta Restu Pembelajaran Tatap Muka 

Baca juga: Pangdam IV/Diponegoro Sambut Kehadiran Satgas Yonif Raider 400/BR yang Baru Bertugas di Papua

Baca juga: Warga Kebakkramat Ini Nekat Main Qiu-Qiu, Alasannya Pusing Tak Ada Kerjaan

Indah dan Aziz telah melakukan uji coba pada Oktober 2020 dan penerapan pada Januari 2021.

Menurut Indah, penyemprotan Pesticof pada tanaman padi dan kacang terbukti mampu mengurangi hama.

"Setelah penggunaan rutin dua kali dalam seminggu, tanaman juga lebih subur dan sehat," kata dia.

Dia berharap, Pesticof dapat diterima baik di kalangan petani. (Mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved