Berita Blora
Anggota DPRD Jateng asal Blora Mengadu Soal Jalan Rusak kepada Ganjar, Begini Responnya
Anggota DPRD Jawa Tengah, Abu Nafi, mengaku telah menyampaikan laporan jalan ruas jalan provinsi yang rusak kepada Gubernur Jawa Tengah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Anggota DPRD Jawa Tengah, Abu Nafi, mengaku telah menyampaikan laporan jalan ruas jalan provinsi yang rusak kepada Gubernur Jawa Tengah.
Sebab, saat ini ruas jalan provinsi di Kabupaten Blora memang sedang parah-parahnya.
“Kami sudah menyampaikannya ke Pak Gubernur baik lewat WA maupun Bina Marga."
Baca juga: Bupati Blora Arief Rohman Upayakan SRG di Kedungtuban Kembali Aktif
Baca juga: Video Citilink Akan Buka Rute di Bandara Ngloram Blora
Baca juga: Citilink Bakal Buka Penerbangan Jakarta ke Ngloram Blora, Tiket Mulai Rp 581.000
Baca juga: Kerja Dekat Uang Namun Terlilit Utang, Pegawai Bank di Blora Akhiri Hidup
"Alhamdulillah sudah ada titik perbaikan oleh Bina Marga."
"Perbaikan berupa pengurukan sifatnya pemeliharaan. Diuruk semacam grosok,” ujar Abu Nafi selepas dialog interaktif di studio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Gagak Rimang Blora, Rabu (17/3/2021).
Abu mengatakan, saat ini memang ruas jalan provinsi sedang rusak parah.
Lebih parah disbanding dengan tahun sebelumnya.
Di antara kerusakan terparah terjadi di ruas jalan Blora-Purwodadi, tepatnya di Kecamatan Ngawen.
Kemudian di Kecamatan Kunduran juga rusak.
Kesunyataan jalan rusak, kata Abu, mengharuskan masyarakat bersabar.
Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 tidak sedikit anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.
“Maka, masyarakat mohon bersabar,” ujar dia.
Baca juga: Agus COD Hp Pakai Uang Palsu, yang Kena Zonk ABG Blora
Baca juga: Mengenal Sosok Purwanto Pengrajin Akar Kayu Jati Blora, Andalkan Pasar Lokal Selama Pandemi
Baca juga: Gudang Bulog Blora Siap Serap Gabah Petani Rp 5.300 Per Kilogram
Baca juga: Potongan 2,5 Persen Gaji ASN di Blora untuk Zakat Terkumpul hingga Rp 1 Miliar Lebih Per Bulan
Anggota DPRD Jateng lainnya yang juga berasal dari Blora, Prayogo Nugroho mengatakan hal yang sama.
Dirinya telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah provinsi.
Penyebabnya, Prayogo, karena tingginya curah hujan ditambah banyak truk besar yang melintas.
“Karena Pantura juga rusak, kemudian pilih lewat jalur tengah,” ujarnya. (*)