Forum Kampus
FORUM KAMPUS DR. Andi Purwono : Solidaritas Kemanusiaan Palestina
KONFLIK Palestina -Israel terus berlangsung dan menjadikannya pertikaian tertua setelah Perang Dunia II, yang terjadi hingga kini.
Pemimpin Katolik Roma, Sri Paus, juga sering menyampaikan pernyataan tentang Palestina yang didasarkan pada solidaritas kemanusiaan universal tersebut. Demikian juga tokoh agama dan organisasi dunia lainnya. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) misalnya juga menekankan solidaritas kemanusiaan ini dalam bahasa ukhuwah bashariyah (persaudaraan kemanusiaan) atau Mustasyar PBNU Yahya Cholil Staquf dalam terminologi rahmah.
Dalam tataran praktis, upaya mendorong solidaritas kemanusiaan ini juga sejalan dengan fakta bahwa kedua bangsa bertikai telah lama hidup di wilayah yang berdekatan tersebut. Oleh karenanya masyarakat internasional juga menekankan solusi dua negara (two state solution) sebagai yang paling realistis untuk mengakhiri konflik. Bangsa Palestina harus bisa mengakui hak hidup bangsa Yahudi dan demikian pula sebaliknya.
Persoalannya menjadi sulit karena di masing- masing pihak ada kelompok garis keras yang masih bersikap nonkooperatif dan berusaha saling menegasikan. Faktor idea seperti itu menjadi semakin rumit tatkala ditemukan dengan argumen keamanan nasional yang juga berupaya mengeliminir sekecil apapun potensi ancaman. Inilah yang berulang- ulang menjadi faktor pemicu insiden sehingga konflik awet bertahan.
Oleh karena itu, bagian penting dari solusi perdamaian kedua bangsa sejatinya terletak pada penerimaan atas ide solusi dua negara ini. Penulis yakin, di kedua pihak ada kelompok rasional yang bisa membaca situasi ini dengan logis dan berwawasan masa depan. Sejauh mana kelompok ini menyebarkan ide kemanusiaan dan memegang kendali kekuasaan akan sangat menentukan masa depan perdamaian.
Kebesaran hati bangsa Arab Palestina dan Yahudi Israel untuk bisa hidup berdampingan secara damai menentukan masa depan keduanya. Tanpa itu, bara permusuhan akan terus menyala dan masa depan perdamaian tetap akan maya semata. Padahal problem penduduk dunia tidak hanya masalah Palestina. (*)
Baca juga: OPINI DR. Apt. Sri Haryanti, M.Si : Memaknai Lebaran Tanpa Mudik
Baca juga: OPINI: Mudik dan Mengambinghitamkan Tradisi
Baca juga: OPINI DR. Nugroho Trisnu Brata : Mudik dan Mengambinghitamkan Tradisi
Baca juga: OPINI: (Tidak) Ada Lagi Kisah Kasih di Sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tentara-israel-menembakkan-155mm-self-propelled-howitzer-ke-arah-jalur-gaza.jpg)